YPK Tegaskan Tidak Pernah Ada Kerja Sama Pengelolaan Limbah Medis dengan RS Lira Medika

oleh -
Limbah medis RS Lira Medika yang dibuang di TPS warga sudah dipasang garis polisi.

BaskomNews.com – Yayasan Putra Karawang (YPK) yang sebelumnya disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kasus pembuangan limbah medis RS Lira Medika Karawang membantah, jika pihaknya merupakan yayasan yang mengelola limbah RS Lira Medika.

Ketua YPK Mahar Kurnia menjelaskan, YPK merupakan lembaga yayasan sosial, bukan sebuah PT seperti yang disebutkan RS Lira Medika. YPK sendiri bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang melalui surat perjanjian kerja sama Nomor 073/bersih/2018, per tanggal 22 Januari 2018.

Dan pada Mei 2018, sambung Mahar, RS Lira Medika menjalin kerja sama dengan DLHK mengenai pengangkutan sampah domestik. Sehingga dengan RS Lira Medika secara langsung, YPK tidak pernah ada kontak kerja sama.

Oleh karenanya, Mahar membantah jika YPK disebut sebagai transporter limbah medis RS Lira Medika. Karena sesuai dengan tugas yang diberikan DLHK, YPK hanya sebagai pengawas ritase sampah. YPK juga hanya bertugas untuk memastikan operasional kendaraan pengangkutan sampah, untuk selanjutnya menjadi tagihan retribusi.

Di luar itu, sambung Mahar, UPTD I DLHK yang mengatur. “Yang kami tanyakan adalah tuduhan RS Lira Media terkait MoU rumah sakit dengan YPK soal transporter sampah. Karena mobil, sopir pemuat dan operasional semuanya dari DLHK. Sementara kami hanya bertugas memotret dan melaporkannya ke dinas pelaksana kegiatan,” papar Mahar.

Ditambahkan Mahar, dalam pertemuan rapat antara RS Lira Medika dengan YPK pada Jumat kemarin (14/2/2020), pihak rumah sakit sendiri tidak bisa membuktikan MoU transporter yang dimaksud. Sampai akhirnya rapat yang berujung insiden pengusiran wartawan tersebut berakhir deadlock.

“RS Lira Medika bertanya, katanya kenapa kalau kontrak kerja sama sudah putus tidak dikonfirmasi ke rumah sakit. Terus kami jawab, YPK kerja samanya dengan DLHK, bukan dengan Lira Medika. Maka seharusnya DLHK yang mengkonfirmasi ke Lira Medika, bukan YPK,” kata Mahar.

Atas persoalan tuduhan YPK sebagai transporter limbah medis RS Lira Media melalui rilis kepada awak media, Mahar meminta agar pihak rumah sakit kembali ‘membersihkan’ nama baik YPK melalui konferensi pers yang sama.

Karena di sisi lain, YPK juga sudah meminta DLHK agar memberikan penjelasan mengenai penghentikan kerja sama dengan RS Lira Medika. (red)