Kinerja Komisi IV Lamban, sampai RS Lira Medika Kembali Berulah

oleh -
Asep Agustian SH, MH.

BaskomNews.com – Praktisi hukum Karawang, Asep Agustian SH, MH menilai jika kinerja Komisi IV DPRD Karawang lamban dalam menyikapi beberapa persoalan di Rumah Sakit Lira Medika Lamaran Karawang.

Belum selesai menyikapi persoalan PHK sepihak terhadap salah seorang karyawan RS Lira Medika yang sedang hamil, Refi Fitri Nasution (38), kini sudah muncul persoalan baru di tubuh RS Lira Medika. Yaitu persoalan pembuangan limbah medis di TPS warga, sampai persoalan pengusiran wartawan Karawang Bekasi Ekspres (KBE).

“Kalau soal urusan kemasyarakatan, wakil rakyat Karawang ini kinerjanya kok lamban banget ya. Kemarin-kemarin bilangnya mau panggil rumah sakit soal PHK sepihak. Sampai sekarang gak dipanggil juga tuh. Sampai akhirnya harus ada persoalan baru seperti ini, rumah sakit berulah lagi,” tutur Asep Agustian, Minggu (16/2/2020).

Ditegaskan Askun (sapaan akrab), beberapa persoalan di RS Lira Medika ini harus segera diselesaikan. Baik oleh institusi penegak hukum maupun lembaha eksekutif dan legislatif yan menangani bidangnya.

“Persoalanya harus segera diselesaikan, agar terang benderang. Jangan sampai nanti ada persoalan baru, tapi persoalan yang tiga ini belum selesai juga. Kerjaanya wakil rakyat sama pejabat apa’an sih. Kok persoalan kayak begini aja lamban responnya sih,” tanya balik Askun.

Menurut Askun, ia sendiri mengaku miris dan prihatin ketika mendengar ada jurnalis yang diperlakukan tidak semestinya oleh manajemen RS Lira Medika. Terlebih, perlakukan kurang mengenakan terhadap jurnalis tersebut bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN).

“RS Lira itu datang ke sini mau usaha. Kenapa sikapnya tidak sesuai dengan apa yang disampaikannya dalam iklan di baliho. Ini Karawang, jangan samakan dengan daerah lain,” tegas Askun.

Sementara itu, perwakilan manajemen RS Lira Medika, Didi menjelaskan, setiap orang berhak untuk membuat pernyataan terkait RS Lira Medika. “Saya enggak bisa merubah setiap orang untuk sependapat dan searah dengan saya,” katanya.

Didi mengaku tidak tahu-menahu perihal adanya karyawan RS Lira Medika yang di-PHK sepihak. Sementara kasus adanya dugaan jurnalis yang diusir dan diintimidasi, ia menilai pemberitaan tersebut sepihak. “Nanti akan ada penjelasan dari rumah sakit mengenai hal itu,” katanya.

Menurutnya, jika jurnalis itu diusir tolong ditanyakan kembali, bagaimana oknum jurnalis yang masuk sampai hadir di ruangan tertentu di RS Lira Medika tanpa menunjukan ID Card Pers.

“Lalu apakah memang ada surat tugasnya oknum tersebut untuk melakukan tugasnya dan apakah sudah ada sertifikasi izin PWI jika yang bersangkutan sebagai jurnalis,” tanya balik Didi. (red)