Memalukan, Viral Kepsek di Karawang Ambil Paksa Uang Jajan Siswinya

oleh -
ilustrasi.

BaskomNews.com – Perlakukan memalukan dilakukan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Adiarsa Timur II Kabupaten Karawang yang mengambil paksa uang jajan salah satu siswinya berinisial RNA, dengan dalih untuk menutupi iuran uang kas sekolah siswa lain yang belum membayar.

Sampai saat ini, kabar memalukan dunia pendidikan di Karawang ini masih menjadi bahan perbincangan netizen media sosial facebook dan menjadir sorotan sebagian aktivis dan pemerhati pendidikan di Karawang. Bahkan tak sedikit para pemerhati pendidikan yang meminta agar Bupati Karawang segera melakukan mutasi atau bahkan memecat sang oknum kepsek dari jabatannya.

Sontak saja, mendengar kabar ini wakil rakyat Karawang geram dan langsung memastikan mengenai kebenaran informasinya dengan cara mendatangi rumah siswi RNA.

Setelah mendengarkan lansung penjelasan dari RNA dan ibunya berinisial DIS pada Sabtu (8/2/2020), Wakil Ketua II DPRD Karawang, Suryana mengamini kebenaran informasi tersebut. Bahkan berdasarkan pengakuan RNA, sang oknum kepsek melakukan perbuatannya beberapa kali dengan cara mengambil paksa uang jajan Rp 5.000 dari kantong.

Atas perbuatan oknum kepsek tersebut, RNA terpaksa tidak bisa jajan di sekolahnya. Terlebih, ibunya juga mengaku sudah lima kali mendapati anaknya dalam keadaan menangis sepulang sekolah lantaran persoalan ini.

Ironisnya, pasca viral kabar ini, RNA juga mendapatkan ancaman akan dikeluarkan dari sekolah. Namun demikian, Suryana menegaskan kepada keluarga RNA agar jangan takut dalam menghadapi persoalan ini. Karena ia berjanji akan mengawal persoalannya.

“Ya, kita di DPRD akan mengawal persoalan ini. Karena ini kejadian memalukan dan harus menjadi pembelajaran bagi oknum tenaga pendidik yang lain,” tutur Suryana, yang masih merupakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Karawang.

Berdasarkan pengakuan DIS, sambung Suryana, di sekolah ini diduga kerap sering terjadi pungli (pungutan liar). Yaitu seperti dugaan pungli pengambilan raport siswa Rp 30 ribu, dengan rincian Rp 7.000 untuk kantong pribadi kepsek, Rp 5.000 biaya akreditasi sekolah, dan Rp 18.000 ribu untuk guru dan biaya print.

“Bagi kami di Fraksi Golkar ini menjadi salah satu persoalan serius dunia pendidikan di Karawang. Makanya akan kami kawal persoalannya. Karena bagaimana dunia pendidikan di Karawang akan maju, jika masih ada oknum kepsek yang seperti ini,” tegas Suryana. (red)