PKS Tak Permasalahkan Calon Bupati Perempuan, Ini Alasannya?

oleh -
H. Abdul Hadi Wijaya (Gus Ahad).

BaskomNews.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak pernah mempermasalahkan Calon Bupati dari kalangan perempuan. Selain alasan syar’i, PKS menilai jika Bupati Perempuan bukanlah sosok Last Decision Maker (Pengambil Kebijakan Terakhir) dalam pemerintahan.

“Secara syar’i sudah OK, karena ada lembaga di atasnya (Gubernur dan Presiden). Kalau bupati kan bukan Last Decision Maker (Pengambil Kebijakan Terakhir), ada Gubernur dan lain sebagainya,” tutur Sekretaris DPW PKS Jawa Barat, H. Abdul Hadi Wijaya, saat konferensi pers di kegiatan Deklarasi Calon Bupati Karawang untuk Pilkada 2020, di Hotel SwissBelinn Karawang, Minggu (26/1/2020) sore.

“Jadi gak ada masalah sama sekali. Kami semua cinta perempuan. Karena kami semua masing-masing punya istri. Demikian kira-kira,” timpal Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang lebih akrab disapa Gus Ahad ini, karena memiliki trah keturunan langsung dari Pendiri Nahdatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari.

Bahkan melalui kesempatan konferensi pers, Balonbup PKS Karawang ini sempat memuji para kandidat Calon Bupati Karawang seperti nama Cellia Nurrachadiana, Gina Fadlia Swara, sampai nama Dr. Yesi Karya Lianti.

“Pilkada Karawang ini luar biasa. Calon kandidat perempuannya sampai ada tiga. Cellica, Gina dan Yesi. Kalau di daerah lain cuma ada satu calon perempuan,” kata Gus Ahad.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPD PKS Karawang, Dedi Sudrajat menegaskan, bahwa deklarasi ketiga nama kader terbaik PKS hari ini adalah untuk Calon Bupati, bukan Calon Wakil Bupati. Kalaupun ada wacana kandidat Calon Wakil Bupati, maka hal tersebut merupakan persepsi dari para kandidat masing-masing.

“Tolong dicatat, jadi deklarasi hari ini sebagai calon bupati. Kalau tadi Kang H. Aep atau Kang H. Budiwanto nambah-nambah (pasangan calon), itu persepsi personal. Tapi kami di PKS, hari ini mengumumkan putra-putra terbaik PKS untuk berjuang menjadi Bupati Karawang 2020. Tahapan itu hari ini. Jadi ketika ada wacana calon wakil bupati, itu cerita lain,” terang Dedi Sudrajat.

Ditambahkannya, kegiatan deklarasi Calon Bupati Karawang dari PKS, yaitu H. Aep Syaepuloh, H. Budiwanto dan H. Abdul Hadi Wijaya merupakan salah satu langkah politik PKS untuk menuju kemenangan di Pilkada 2020. Sehingga apabila ada kandidat lain yang tertarik untuk berkoalisi dengan calon dari PKS, maka langkah politik selanjutnya bisa diteruskan.

“Kita sedang launching produk baru untuk dipublis melalui bantuan temen-temen media. Kalau ada yang berminat, tahapan berikutnya ditempuh. Komunikasi, koordinasi, kemudian koalisi dan konsolidasi. Jadi hari ini sesuai amanahnya PKS launching 3 kandidat untuk berjuang di Calon Bupati Karawang,” tandas Dedi Sudrajat. (red)