Kang Pipik Bantah Hasrat Politiknya Manfaatkan Parpol di “Poros Juang”

oleh -
Suasana hangat kebersamaan Kang Pipik, Kang Jimmy dan Teh Gina di kediaman Ketua Umum Barak Indonesia, Minggu sore (19/1/2020).

BaskomNews.com – Sebagai inisiator “Poros Juang”, Ketua DPC PDIP Karawang, Taufik Ismail membantah jika dirinya memanfaatkan keberadaan parpol di dalam Poros Juang, untuk memenuhi hasrat politiknya agar bisa mendapatkan tiket sebagai kandidat Pilkada Karawang pada September 2020 mendatang.

Untuk diketahui sebelumnya, kembali beredar rumor politik, jika PDIP sedang memainkan ritme politiknya menjelang Pilkada Karawang, dengan target politik bisa menaikan kadernya sebagai kandidat Pilkada.

Terlebih, di Pilkada Karawang 2020 mendatang, parpol besutan Megawati Soekarno Putri tersebut memiliki target untuk menduduki kursi eksekutif. PDIP memiliki target untuk ‘memecahkan telor’ sejarah perpolitikan di Karawang.

Karena dalam kurun lima kali sejarah perhelatan Pilkada Karawang, PDIP selalu gagal untuk menguasai kursi eksekutif.

PDIP yang hanya memiliki 6 kursi di legislatif Karawang diduga sedang memanfaatkan beberapa parpol yang memiliki jumlah kursi kecil di legislatif Karawang. Yaitu parpol yang tergabung dalam Fraksi Pangkal Perjuangan (minus Partai NasDem yang sudah bergabung dalam koalisi usungan Cellica Nurrachadiana). Dari mulai PAN 1 kursi, PPP 1 kursi, Hanura 1 kursi, serta PBB 2 kursi.

Maka, dengan terbentuknya Poros Juang, kini PDIP memiliki 11 kursi sebagai syarat untuk mendaftarkan diri kadernya di Pilkada Karawang.

Saat dikonfirmasi BaskomNews.com mengenai rumor politik tersebut, Taufik Ismalik langsung membantahnya dengan nada pembiacaraan tegas. Menurut Kang Pipik (sapaan akrab), di internal Poros Juang sendiri tidak pernah membahas nama dirinya sebagai calon Karawang Satu atau Karawang Dua. Melainkan lebih fokus kepada mencari sosok figur kandidat Pilkada secara umum dengan cara berkomunikasi dengan semua ketua parpol.

“Tidak… tidak begitu. Kami di Poros Juang akan mencari figur-figur dan melakukan konsolidasi dengan semua pimpinan partai. Tidak ada nama saya, bebas saja. Artinya siapapun kita bisa nyambung. Bisa dengan Gina, bisa dengan Jimmy,” kata Kang Pipik, saat hadir di kegiatan 40 hari meninggalnya almarhum ibunda dari Ketua Umum LSM BARAK Indonesia, di Desa Cilewo Kecamatan Telagasari, Minggu (19/1/2020).

Untuk membantah rumor politik tersebut, Kang Pipik kembali menegaskan, Poros Juang tidak perlu membahas nama dirinya sebagai kandidat Pilkada Karawang. Karena ditegaskan Kang Pipik, sejak awal dirinya tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai Balonbup atau BalonWabup Pilkada.

“Enggak mesti nama saya. Karena dari awal saya kan memang tidak akan mencalonkan. Saya kan sudah komitmen, saya tidak mencalonkan,” tegas Kang Pipik.

Untuk sekedar diketahui, dalam kegiatan ‘sedekahan’ 40 hari almarhum ibunda dari Ketua Umum LSM Barak Indonesia ini bukan hanya dihadiri Kang Pipik. Karena di lokasi juga terpantau kehadiran Balonbup Gina Fadlia Swara (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra), serta Balonbup H. Ahmad Zamakhsyari (Wakil Bupati Karawang/Ketua DPC PKB Karawang). (red)