Ribut-ribut Jual Beli Jabatan Kepsek di Mutasi, Disdikpora Minta Segera ‘Tunjuk Hidung’

oleh -
Ade Wibawa.

BaskomNews.com – Ribut-ribut soal jual beli jabatan Kepala Sekolah SD dan SMP pada mutasi pejabat yang digelar Selasa 7 Januari 2020 di Gor Panathayudha Kabupaten Karawang, Kepala Sub Bagian Kepegawain Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora), Ade Wibawa mengaku bahwa dinasnya tidak melakukan pemungutan biaya apapun.

Oleh karenanya, Ade Wibawa meminta apabila ada Kepsek yang merasa dirugikan karena dimintai sejumlah uang oleh oknum, maka Disdikpora menegaskan agar Kepsek bersangkutan langsung ‘tunjuk hidung’ oknum yang dimaksud.

“Kami tidak melakukan pemungutan biaya sepeserpun. Kalau memang adanya jual beli jabatan tunjuk saja orangnya, kesiapa ngasihnya bilang saja. Bupati sudah wanti-wanti, sanksinya berat sekali, mungkin bisa di non-jobkan atau diturunkan Eselonya, itukan bisa saja,” katanya kepada BaskomNews.com, Rabu (15/1/2020).

“Kalau ada Kepala Sekolah yang dirugikan segera laporkan, dari mana, ini sumbernya dari mana, kalau dari korwil kecamatan mana, bilang saja,” tegasnya.

Ade mengatakan, dalam mutasi rotasi Kepala Sekolah SD dan SMP Disdikpora hanya menerima berkas dari Korwil kecamatan. Setelah itu berkas diserahkan ke BKPSDM untuk selanjutnya menjadi dasar keluarnya SK.

“Ya kami hanya terima berkas usulan dari Korwil 30 kecamatan. setelah berkas sudah dinyatakan tidak ada kesalahan kami serahkan ke BKPSDM, itulah prosesnya. Dalam mutasi kemarin ada 254 kepala sekolah SD dan 33 Kepala Sekolah SMP,” ujarnya.

Bahkan Ade mengaku dalam pemeriksaan berkas calon Kepala Sekolah tidak melibatkan staf di Disdikpora, dan pemeriksaan berkas dilakukan di rumah, karena sifatnya rahasia. “Pemeriksaan berkas tidak dikerjakan di sini (kantor). Jadi di rumah karena sifatnya rahasia. Saya tidak melibatkan staf karena sifatnya rahasia,” pungkasnya. (red)