Remaja 16 Tahun di Pangandaran Tewas Gantung Diri

oleh -

BaskomNews.com – QL (16), pelajar asal Pangandaran mengakhiri hidupnya dengan cara gantung  diri dengan memakai tambang yang dikat di salah satu plafon kamar lantai dua di rumah orangtuanya, Rabu 25 Desember 2019.

QL, pelajar SLTA warga Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran diduga mengalami depresi. Di  merupakan putra dari pasangan DA (60), warga Gang Sirem Gempol, Jakarta Timur dan AM (48).

Berdasarkan informasi dari beberapa saksi, korban diduga mengalami depresi

Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi SH. MM membenarkan kejadian itu. Dalam keterangan orangtua korban, kata Suyadi, sekira pukul 8.30, ibu korban naik ke lantai dua rumah dengan tujuan menyuruh korban makan.

“Setibanya di kamar korban, ibunya langsung membuka pintu kamar tetapi pintunya terkunci dari dalam,” kata Suyadi.

Suyadi mengatakan, ibu korban mencoba membongkar jendela dengan tujuan supaya bisa masuk melalui jendela. Setelah berhasil membuka jendela dan masuk ke dalam kamar korban, ternyata korban sudah dalam keadaan tergantung di plafon rumah dengan mengunakan tambang putih.

“Ibu korban langsung bergegas ke lantai satu dan memberitahukan apa yang dilihatnya kepada ayah korban dan memastikan kembali apa yang dilaporkan ibu korban kepadanya,” ucap Suyadi.

Suyadi mengatakan, polisi mendapat laporan dari ibu korban melalui telefon, bahwa putranya telah nekat gantung diri. Demikian dilaporkan pewarta Kabar Priangan Agus Kusnadi.

“Kami langsung ke tempat kejadian lalu mengevakuasi korban yang masih tergantung dan membawanya ke Puskesmas Pangandaran untuk dilakukan pemeriksaan secara medis,” tuturnya.

“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan diduga korban meninggal kurang lebih sudah 6 jam karena tubuh korban sudah kaku. Namun, keluarga menolak autopsi dan selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk pemakaman,” ujarnya.(PR)