Pertengahan Desember, Serapan Anggaran Bekasi Baru Capai 59,72%

oleh -

BaskomNews.com – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi 2019 buruk. Memasuki akhir tahun, anggaran yang terserap hanya mencapai 59,72 persen dari total APBD Rp 6.420.075.229.469.

Jumlah tersebut jauh dari target capaian yang harusnya mampu mencapai 100 persen di bulan Desember.

Buruknya serapan anggaran ini pun berbanding terbalik dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi yang bakal melakukan percepatan pembangunan.

“Memang masih belum sesuai target yang ditetapkan. Tapi saat ini masih ada waktu hingga akhir tahun atau sampai 31 Desember untuk penyerapan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Sub Bagian Evaluasi Penyerapan Anggaran pada Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Widi Mulyawan, Kamis (12/12/2019).

Berdasarkan data Badan Perekonomian Administrasi Pembangunan, hingga 9 Desember 2019, anggaran yang baru terserap itu sebesar Rp 3.839.225.530.248 atau masih menyisakan setidaknya Rp 2,59 triliun dari total APBD 2019.

Dikatakan Widi, sisa anggaran tersebut bukan berarti tidak digunakan tetapi masih dapat terus diserap hingga akhir tahun. “Itu kan kemungkinan masih banyak pekerjaan yang sudah selesai tapi dalam proses administrasi pembayaran. Jadi sampai akhir tahun semoga terus mengalami peningkatan,” ucap dia.

Anggaran tersebut terbagi menjadi dua yakni belanja langsung dan tidak langsung. Untuk belanja tidak langsung, anggaran yang diserap terbilang tinggi.

Dari total Rp 2.945.702.750.854, anggaran yang berhasil diserap sebesar Rp 2.184.844.286.853 atau 74,15 persen. Besarnya serapan ini lantaran belanja tidak langsung relatif digunakan untuk biaya rutin seperti gaji pegawai.

Pada belanja langsung, serapan anggaran terbilang rendah. Dari total Rp 3.482.372.478.615, anggaran yang baru diserap hanya berkisar Rp 1.654.381.243.395 atau sekitar 47,51 persen.

Padahal, belanja langsung merupakan realisasi keuangan belanja daerah yang berhubungan langsung dengan program dan kegiatan pembangunan pemerintah daerah seperti, pekerjaan fisik pembangunan gedung, jalan, jembatan, pengadaan barang dan jasa serta belanja modal.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengaku sebelumnya sudah mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memercepat serapan anggaran. Terutama pada saat serapan anggaran memasuki akhir triwulan ketiga.

Saat itu, ia mengintruksikan kepala perangkat daerah untuk meningkatkan kinerja dan memaksimalkan serapan anggaran lantaran. “Sudah saya intruksikan agar semua perangkat daerah dalam rangka penyerapan anggaran harus ditingkatkan,” kata Eka.

Eka berjanji akan mengambil sikap tegas. Dia akan memberikan sanksi kepada bawahannya yang tidak mampu menyerap anggaran dengan maksimal. Namun demikian ia tidak menjelaskan sanksi apa yang akan diberikan. “Kalau memang kinerjanya lemah kita akan beri sanksi. Bentuk apa sanksinya nanti lihat sendiri,” kata dia. (PR)