Sutejo : “Kepemimpinan Gagal, Kami Tidak akan Mendukung Cellica”

oleh -
D. Sutedjo Ms, saat menyampaikan orasi di Rakernas III Barak Indonesia.

BaskomNews.com – Dengan alasan gagal memimpin Kabupaten Karawang selama lima tahun ke belakang, LSM Barak Rakyat (BARAK) Indonesia menegaskan, tidak akan mendukung Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, ketika mencalonkan kembali di Pilkada 2020.

Ketua Umum BARAK Indonesia, D. Sutejo, Ms mengatakan, selama dipimpin Cellica, pembangunan Kabupaten Karawang tidak pernah bertumbuh dengan baik.

“Sampaikan ke Cellica, kepemimpinannya gagal, kami Barak Indonesia tidak akan mendukung. Cellica sudah gagal dalam membawa Karawang untuk lebih baik,” tutur D. Sutejo,M.s di kegiatan Rakernas III Barak Indonesia, di jalan Mangga, Kelurahan Nagasari, Karawang, Kamis (5/12/2019).

Ditambahkan Sutedjo, sikap politik Barak Indonesia ini sengaja ia tunjukan. Pasalnya, selama ini kepemimpinan Cellica tidak ada satu pun prestasi yang bisa dibanggakan.

”Zamannya Pak Dadang (mantan Bupati Karawang), adanya prototype kantor desa, prototype SD. Terus zamannya Pak Ade Swara ada namanya mobil desa. Terus pertanyaan sekarang zamannya Cellica ada apa?”, tanya Sutedjo.

“Apa yang bisa dibanggakan kepemipinan Cellica, yang jelas kami ingin perubahan yang lebih baik,” timpal Sutedjo.

Sementara pantaun di lokasi Rakernas, ratusan pengurus dan anggota Barak Indonesia dari beberapa wilaya berkumpul untuk mengikuti Rakernas III. Dalam Rakernas tersebut juga sisipkan agenda evaluasi perkembangan Barak  Indonesia di beberapa wilayah. Yaitu seperti di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Purwakarta.

Selain Rakernas ke III Barak Indonesia, juga bertepatan dengan hari kelahiran D. Sutejo, M.s yang ke 47 tahun. Sutejo meminta di hari yang penting ini untuk bisa memaafkan dirinya dalam memimpin Barak Indonesia. “Saya minta maaf lahir batin dan kita harus mendominasi di setiap kecamatan,” katanya.

Masih dikatakan Sutejo, keberhasilan dalam  berorganisasi harus harus memiliki tiga hal, yang pertama perhitungan yang matang, strategi dan nyali. “Kuncinya tiga hal itu, jika ingin maju di organisasi,  perhitungan yang matang, strategi yang mantap dan terutama nyali kita,” katanya.

Bahkan dirinya meminta Barak Indonesia harus terus kritis terhadap pemerintah yang dinilai kebijakan yang tidak pro rakyat. “Kita harus bersinergis dengan media, jangan jadi Barak Indonesia kalo tidak berani mengkritik pemerintah. Kita LSM lembaga social control. Jangan jadi LSM belaga preman, karena bukan itu sebenarnya,” tegas Sutejo. (red)