Natal dan Tahun Baru, 18 Ribu Aparat Gabungan Disiagakan

oleh -
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

BaskomNews.com – Aparat gabungan disiagakan dalam rangka mengamankan perayaan Natal dan tahun baru (Nataru). Personel polisi disebar baik di Kota Bandung maupun kota/kabupaten lain di Jawa Barat dalam pengamanan bersandi Operasi Lilin Lodaya 2019.

“Pelibatan kekuatan pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2019 adalah personel Polri 18.330 yang didukung oleh TNI, pemda, dan mitra polisi sebanyak 9.229 personel,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Kamis (5/12/2019).

Polda Jabar dan forum komunikasi pimpinan daerah lainnya sudah melakukan rapat koordinasi terkait kesiapan dalam pengamanan Nataru ini. Masing-masing instansi sudah siap dalam pengamanan berbagai sektor.

Operasi Lilin berlangsung selama 10 hari mulai 23 Desember hingga 1 Januari 2020. Ada berbagai hal yang diantisipasi dalam pengamanan Nataru ini, termasuk ancaman teror.

“Diperlukan antisipasi dan kewaspadaan terhadap berbagai kerawanan, yaitu kemacetan, kriminalitas, laka lantas, konflik sosial, dan aksi terorisme. Pengamanan aksi terorisme dilakukan pada pusat-pusat keramaian, hotel, tempat ibadah, dan lain-lain. Terkait hal itu diperlukan pengamanan yang maksimal dan buddy system dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” tuturnya.

Truno mengatakan instansi-instansi yang berkaitan dengan pengamanan Nataru sudah menyiapkan berbagai hal. TNI siap membantu pengamanan dengan menempatkan personel di pos-pos pengamanan.

Kemudian deteksi dini yang dilakukan oleh intelijen. Menurutnya, unsur intelijen dari kepolisian, pemerintah, hingga TNI disiapkan untuk mendeteksi dini ancaman yang akan mengganggu proses pengamanan. “Kemudian komunitas intelijen mengumpulkan bahan keterangan terkait potensi ancaman, hambatan, dan gangguan terhadap pelaksanaan Natal dan tahun baru 2020, deteksi dini dan deteksi aksi,” kata Truno.

Selain itu, mengenai antisipasi kenaikan sembako, Pemprov Jabar sudah menyiapkan antisipasi. Salah satu yang akan dilakukan adalah melakukan operasi pasar.

“Pemda Provinsi Jabar lakukan operasi pasar dan kesiapan sembako. Kemudian Dinas Perhubungan Provinsi Jabar akan menyiapkan angkutan dan H-7 memberikan surat edaran kepada perusahaan angkutan untuk tidak mengoperasikan kendaraan di atas sumbu dua, lalu koordinasi command center Polda Jabar untuk akses CCTV,” tuturnya.

Pihak Pertamina juga dilibatkan. Pertamina akan mempersiapkan BBM dan mempersiapkan pengaturan bila terjadi antrean di SPBU.

“Sementara Basarnas dan BPBD membentuk satgas penanggulangan bencana alam di wilayah dan siapkan perlengkapan penanggulangan bencana alam. Jasa Marga dan Bina Marga akan membantu menyiapkan kesiapan jalan raya, jalan tol, petugas serta akses CCTV,” kata Truno. (Detik)