Pengusiran Rombongan Sidak Komisi III ke Pasar Johar, SOSPOL : “Ini Memalukan”

oleh -
Inilah momentum adu mulut antara pengelola Pasar Johar berinisial 'R' dengan anggota Komisi III, Tatang Taufik.

BaskomNews.com – Insiden pengusiran Komisi III DPRD Karawang saat melakukan sidak ke Pasar Johar pada Selasa (3/12/2019) kemarin, sepertinya akan berbuntut panjang. Pasalnya, insiden pengusiran terhadap wakil rakyat ini dinilai telah ‘melecehkan’ kelembagaan legislatif Karawang.

Atas insiden ini, salah seorang Anggota Komisi III, Taufik Ismail bahkan mengancam akan mempolisikan pengelola Pasar Johar PT. Senjaya Rejeki Mas (SRM), atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan. Namun demikian, Komisi III sendiri mengaku masih menunggu arahan dari Ketua DPRD Karawang untuk menindaklanjuti kejadiannya.

Di lain pihak, pemerhati pemerintahan Karawang, Muslim Hafidz M.Si menilai, jika insiden pengusiran wakil rakyat Karawang saat melakukan sidak tersebut jelas merupakan tindakan penghinaan terhadap institusi atau lembaga DPRD Karawang.

Karena menurutnya, setiap agena sidak yang dilakukan anggota DPRD Karawang tentu bukan mengatasnamakan pribadi, melainkan atas nama lembaga DPRD yang sudah barang tentu diatur dalam Undang-undang.

Terlebih ditegaskan Gus Ucim (sapaan akrab), setiap anggota wakil rakyat memang memiliki ‘hak imunitas’ yang tidak bisa dituntut di muka pengadilan. “Ini kejadian memalukan, bisa disebut penghinaan terhadap institusi lembaga (DPRD Karawang),” tutur Gus Ucim, Rabu (4/12/2019).

Atas persoalan ini, Gus Ucim yang masih merupakan Direktur SOSPOL (Social Policy and Political Studies) ini juga menyarankan, agar Komisi III secepatnya memanggil OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dan pengelola Pasar Johar untuk duduk satu meja dalam rapat hearing DPRD Karawang.

Karena jika persoalannya dibiarkan, maka dikhwatirkan akan menjadi ‘yurisprudensi’ bagi elemen masyarakat atau pengusaha lainnya ketika mengalami kejadian yang sama (disidak anggota dewan). “Hemat saya segera panggil OPD terkait dan pengelolaa pasar. Jelaskan di sana secara bersama-sama kenapa harus seperti itu. Karena ini memalukan,” kata Gus Ucim.

Untuk diketahui sebelumnya, pengusiran terhadap Komisi III DPRD Karawang oleh pengelola Pasar Johar berinisial ‘R’ ini bermula saat terjadinya perdebatan antara anggota Komisi III, Tatang Taufik. Belum jelas apa sebenarnya yang menjadi sumber pedebatan antara pengelola Pasar Johar dengan anggota DPRD Karawang Fraksi PKS tersebut.

Namun yang pasti saat kejadian, Ketua Komisi III, Endang Sodikin yang menyaksikan langsung pertikaiannya langsung berusaha melerai keduanya.

Pasca sidak, Endang Sodikin menjelaskan, jika pihaknya melakukan sidak ke Pasar Johar berdasarkan laporan dari masyarakat. Tetapi akibat insiden pengusiran, akhirnya banyak hal yang belum disampaikan Komisi III kepada pengelola Pasar Johar.

Saat itu, sambung Endang, rombongan Komisi III lebih memilih untuk meninggalkan Pasar Johar demi menjaga kondusifitas. “Untuk tindaklanjut, kami masih menunggu arahan dari Wakil Ketua II DPRD sebagai koordinator Komisi III dan Ketua DPRD sebagai pimpinan,” tutur Endang Sodikin.

Kembali dijelaskannya, berdasarkan laporan dari masyatakat, yang terjadi di Pasar Johar saat ini banyak toko yang belum selesai dibangun. Padahal pembayaran untuk kios sudah dilakukan sejumlah pedagang. Sementara sampai hari ini para pedagang belum mendapatkan haknya (toko).

“Yang pasti kami sidak ke pasar atas laporan dan keluharan masyarakat atau pedagang. Tidak serta merta kami datang ke pasar, jika tidak membawa kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (red)