Putih Sari Terpilih sebagai Tokoh Perempuan Politik Indonesia

oleh -
drg. Putih Sari.

BaskomNews.com – Srikandi Partai Gerindra drg. Putih Sari terpilih sebagai ‘Tokoh Perempuan Politik 2019’ dalam Rakernas KPPI (Kaukus Perempuan Politik Indonesia) yang diselenggarakan di Hotel Twin Plaza, Jakarta pada 28-30 November 2019. Selain Putih Sari, KPPI juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perempuan pejuang politik dari partai lainnya.

Penghargaan diberikan KPPI sebagai apresiasi atas kerja di bidang pendidikan politik, pemberdayaan perempuan dan perbaikan kehidupan politik berbangsa dan bernegara yang telah dilakukan.

Atas penghargaan yang diberikannya itu, Putih Sari menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Baginya, hak asasi perempuan merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). Penegakan hak asasi perempuan merupakan bagian dari penegakkan HAM.

“Dukungan masyarakat atas perjuangan perempuan harus terus ditingkatkan, supaya tercapai kebijakan yang berkontribusi pada hak-hak perempuan, terutama kesetaraan gender,” tutur drg. Putih Sari.

Anggota Komisi IX DPR RI ini  menambahkan, kehadiran perempuan di kancah politik praktis yang dibuktikan dengan keterwakilan perempuan di DPR  menjadi syarat mutlak bagi terciptanya kultur pengambilan kebijakan publik yang ramah dan sensitif pada kepentingan kaum perempuan.

“Tanpa keterwakilan perempuan di parlemen dalam jumlah yang cukup memadai, kecenderungan untuk menempatkan kepentingan laki-laki sebagai pusat dari pengambilan kebijakan publik akan sulit dibendung,” katanya.

Putih Sari juga menjelaskan, belum semua masyarakat khususnya sesama kaum perempuan paham masalah politik, bahwa sebenarnya politik itu sarana perubahan suatu bangsa. Untuk itu ke depan, pendidikan politik untuk perempuan harus ditingkatkan.

“Melalui pendidikan politik akan menumbuhkan kesadaran terhadap hak-hak politik dan kewajiban sebagai warga negara, serta perempuan sebagai agen perubahan,” tutur ibu dua anak ini.

Sementara itu, Rakernas KPPI dibuka oleh Ida Fauziah, Menteri Ketenagakerjaan RI. Dalam sambutanya disampaikan, bahwa tiada demokrasi sejati tanpa keterwakilan perempuan, pemilu dinamis dapat terwujud salah satunya karena peran perempuan.

Kualitas pembangunan manusia yang menjadi konsentrasi pemerintah hari ini, dalam rangka memanfaat bonus demografi yang akan dihadapi bangsa Indonesia tahun 2030. Perempuan menjadi salah satu peran penting dalam akselerasi Sumber Daya Manusia yang potensial.

“Untuk itu KPPI harus terus berkontribusi untuk meningkatkan pembangunan manusia Indonesia melalui terwujudnya keterwakilan perempuan 30 persen di parlemen pada tahun 2024,” tandasnya. (red)