Siswa SMP Jatuh Tersungkur dan Bersimbah Darah Setelah Disabet Gergaji Es

oleh -
Korban Muhamad Maulana saat dirawat intensif di RS Lira Medika.

BaskomNews.com – Muhamad Maulana (14), siswa SMPN 2 Tirtamulya ini menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan siswa SMP PGRI di Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, pada Kamis (17/10/2019), sekitar pukul 17.50 WIB.

Muhamad Maulana jatuh tersungkur dan bersimbah darah setelah dikerokyok oleh sejumlah siswa lain yang membawa celurit, samurai sampai gergaji es.

Beruntung, warga yang mengetahui kejadiannya langsung melarikan korban ke Klinik Wadas Medika untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun akhirnya, korban dilarikan ke RS Lira Medika, karena luka yang dideritanya cukup serius. Korban langsung dimasukan ke ruangan HCU untuk mendapatkan perawatan intensif.

Akibat sabetan senjata tajam, pihak dokter rumah sakit menjelaskan kepada keluarga korban soal ada darah yang masuk ke paru-paru, sehingga perlu dilakukan penyedotan darah keluar dari paru-paru korban.

“Akibat luka sabetan senjata tajam, tubuh anak saya juga mendapatkan 30 jahitan. Karena banyak darah yang keluar, anak saya juga menghabiskan tiga botol darah,” tutur ayah korban, Asep Mulyadi.

Atas kejadian ini, pihak keluarga korban membuat Laporan Polisi ke Polres Karawang dengan dengan bukti Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STLL/1806/X/2019/JABAR/RES KRW pada Jumat (18/10/2019), sekitar pukul 15.00 WIB.

“Kondisi anak saya sekarang mulai berangusur membaik. Saya minta pihak kepolisian segera menangkap para pelaku untuk kemudian diadili,” timpal Asep Mulyadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BaskomNews.com pada Minggu (20/10/2019), pihak kepolisian dari Polres Karawang sudah mengamankan empat siswa SMP yang diduga merupakan para pelaku pengeroyokan ini.

Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap keempat siswa SMP tersebut. Sampai dengan berita ini masuk meja redaksi, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian. (red)