Pasca Hujan Batu Cihandeuleum, Ridwan Kamil Diminta Evaluasi Izin Pertambangan

oleh -183 views

BaskomNews.com – Pasca adanya peristiwa hujan batu akibat aktivitas peledakan batu gunung oleh PT Mandiri Sejahtera Sentra (PT MMS) di Kampung Cihandeuleum Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diminta segera melakukan evaluasi seluruh perizinan pertambangan di Jawa Barat.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan tujuh rumah dan satu bangunan sekolah bisa menjadi dasar Pemprov Jawa Barat untuk mengevaluasi semua aktivitas penambangan yang dapat merugikan masyarakat.

Ihsanudin, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra Dapil Karawang dan Purwakarta mengatakan, setelah dilakukan investigasi ke lapangan, ternyata semua perizinan penambangan langsung di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya sebagai wakil rakyat dari Dapil Karawang dan Purwakarta menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Saya berharap hal ini tidak terjadi kembali di kemudian hari. Saya sarankan Ridwan Kamil segera melakukan evaluasi terkait perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di Jawa Barat, terutama dalam hal ini PT MSS,” tutur Ihsanudin, Kamis (10/10/2019).

Apabila terbukti ada kelalaian dalam peristiwa ini, Ihsanudin meminta agar izin pertambangan PT MMS segera dicabut. Sanksi tegas juga harus diberikan kepada perusahaan pertambangan tersebut.

“Peristiwa ini sangat merugikan masyarakat kami. Pemprov Jabar pun harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Apalagi selama ini proyek pertambangan menggunakan bahan peledak yang bisa dipastikan akan berdampak negatif, apabila dilakukan tidak sesuai prosedur,” timpal Ihsanudin.

Selain itu, Ihsanudin juga menghimbau supaya warga yang bermukim di sekitar PT MSS dan perusahaan pertambangan lainnya harus senantiasa berhati-hati dan lebih waspada. Warga harus segera melapor, apabila terdapat kejanggalan di saat perusahaan pertambangan beraktivitas.

“Ini bukan hanya berlaku bagi warga di Kampung Cihandeuleum. Tapi bagi semua warga Jawa Barat yang tinggal di sekitar aktivitas perusahaan pertambangan, apabila ada kejanggalan segera laporkan,” pungkas Ihsanurin.(red)