PAN Bantah Perseteruan Soal H. Jenal Aripin untuk Naikan Porsi Tawar Jelang Pilkada

oleh -189 views
Nana Permana.

BaskomNews.com – Semenjak logo PAN dicatut dalam sebuah picture sosialisasi pencalonan Balonbup H. Jenal Aripin dan diprotes oleh sebagian kader dan pengurus DPD PAN Karawang, publik Karawang mulai bertanya-tanya ada apa sebenarnya antara PAN Karawang dengan H. Jenal Aripin.

Pasalnya, H. Jenal Aripin sendiri mengklaim bahwa pencantuman logo PAN di picture sosialisasi pencalonannya sudah seizin dan sepengetahuan Ketua dan Sekretaris DPD PAN Karawang, Bambang Maryono dan Dadan Suhendarsyah.

Disinggung mengenai persoalan ini, Bendahara DPD PAN Karawang, Nana Permana membantah, jika perseteruan antara petinggi PAN Karawang dengan kader partainya soal dukungan terhadap H. Jenal Aripin merupakan settingan-an politik untuk menaikan porsi tawar PAN menjelang Pilkada 2020.

Nana menyebut, jika kondisi perseteruan elite dan kader PAN hari ini soal H. Jenal Aripin merupakan sebuah dinamika organisasi politik yang wajar. Nana juga membantah jika sikap yang ditunjukan sebagian kader PAN saat ini merupakan bentuk protes terhadap H. Jenal Aripin yang mengajak PAN untuk menyamakan persepsi menjelang Pilkada 2020.

“Bukan setting-an, bukan juga protes. Ini hanya sebuah dinamika dalam rangka finishing untuk Karawang yang lebih baik. Kader hanya menuntut PAN Karawang lebih selektif dan membuka ruang dengan siapapun jelang Pilkada, agar output yang dihasilkan benar-benar untuk kepentingan masyarakat Karawang,” tutur Nana Permana, Kamis (10/10/2019).

Nana juga menegaskan, perseteruan antara elite dengan kader PAN ini juga bukan dalam rangka menaikan popularitas, elektabilitas dan harga jual PAN jelang Pilkada 2020. Karena menurut Nana, kondisi perseteruan ini hanya bentuk dinamika politik PAN yang sudah biasa terjadi.

“Tidak untuk menaikan NJOP atau porsi tawar PAN juga. Karena tanpa ramai seperti ini juga, dari dulu porsi tawar PAN memang sudah mahal. Karena di dalam PAN Karawang dari dulu memang sudah diisi oleh kader-kader yang loyal, kritis dan sudah terbiasa berdinamika seperti ini. Temen-temen wartawan sudah tahu sendiri siapa orang-orang di PAN,” kata Nana.

Meskipun tanpa ada setting-an politik, masih dijelaskan Nana, dukungan yang dikeluarkan oleh PAN terhadap H. Jenal Aripin yang kemudian disambut dengan dalil-dalil yang berbeda oleh kader adalah sebuah proses menentukan Karawang ke depan yang lebih selektif, dengan dibumbui masukan-masukan yang beragam dari kader PAN. Karena pada akhirnya, legitimasi absolute dukungan PAN di Pilkada 2020 itu setelah mendapatkan putusan dari DPP.

“Warna-warni yang berbeda akan menjadi indah layaknya pelangi setelah terikat cara yang konstitusional, tentunya dilakukan sesuai mekanisme partai dengan berpijak pada AD/ART dan Peraturan Organisasi partai kami. Tidak ada dikotomi, senior ataupun junior, petinggi ataupun kader biasa, bahkan simpatisan PAN sekaligus. Dan ini adalah bagian dari rasa kecintaan kader terhadap PAN sendiri yang notabene selektif dalam persoalan memberikan rekomendasi pasangan bupati/wakil bupati,” paparnya.

Menurut Nana, tidak ada yang salah dalam persoalan ini. Komunikasi politik yang dilakukan oleh petinggi partai adalah skema yang lazim yang mungkin partai lain pun lakukan. Apalagi menurutnya, H. Jenal Aripin merupakan sosok New Comer yang memiliki niatan baik untuk menjadikan Karawang berkah.

“Sederhananya, siapapun yang ingin menjadikan Karawang lebih baik, PAN haram hukumnya untuk menolak. Persoalan rekomendasi jatuh kepasangan siapa, tentunya ditentukan oleh jodoh dari Allah SWT. Tentu elite partai pun tidak akan sampai membuat blunder. Saya yakin elite kami terpercaya dan bisa sangat menjaga marwah partai. Semua demi kebaikan partai, umumnya untuk Karawang tercinta,” pungkas Nana Permana.(red)

BACA SEBELUMNYA : Dadi Mulyadi : “H. Jenal Aripin Jangan Ke-Ge’eran”