Penderita Kanker Disuruh Menunggu Berjam-jam, Ternyata Malah Tidak Ditemui Bupati Cellica

oleh -1.415 views

BaskomNews.com – Kabarnya, ternyata ada cerita negatif di balik kemeriahan Gebyar Paten yang digelar di Kecamatan Pangkalan yang dihadiri langsung oleh Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Rabu (10/9/2019).

Sopiah, penderita kanker payudara asal warga Kampung Cilaksana Desa Cintalaksana Kecamatan Tegalwaru ini awalnya direncanakan akan ditemui Bupati Cellica disela-sela kegiatan Gebyar Paten di Kecamatan Pangkalan.

Atas informasi dan arahan Muspika setempat, Sopiah akhirnya harus berpindah tempat dari rumahnya ke sebuah klinik, karena Sopiah dijanjikan akan ditengok atau ditemui langsung oleh Bupati Cellica.

Bahkan, Sopiah dijanjikan akan diberikan biaya akomodasi untuk dirinya berobat di rumah sakit Jakarta. Namun sampai kegiatan Gebyar Paten selesai, ternyata Sopiah batal untuk ditengok Bupati Cellica.

“Gak tahu alasannya kenapa sampe gak jadi ditengok bupati. Yang pasti Ibu Sopiah disuruh camat setempat menunggu di klinik. Tapi sampe Paten selesai malah gak ditengok, kan kasian ya,” tutur salah satu narsum yang meminta identitasnya dirahasiakan oleh BaskomNews.com, Rabu (10/9/2019).

Menurut narsum, kekecewaan juga bukan hanya dialami oleh Sopiah. Karena beberapa kiyai dan ulama setempat yang hadir di Gebyar Paten juga tidak ditemui oleh Bupati Cellica.

“Para ulama nunggu Ibu Bupati dari jam 9 pagi. Tapi gak ditemui Ibu Bupati sama sekali. Begitu acara Paten selesai, ibu bupati langsung pulang. Katanya para ulama kecewa,” timpal narsum.

Sementara itu, dalam Gebyar Paten di Kecamatan Pangkalan ini, Bupati Cellica mengapresiasi kinerja aparatur Desa Jatilaksana dan para relawan dengan membangun sumur timba bagi warga, agar memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan.

Bupati Cellica mengunjungi langsung sumur buatan itu, usai menghadiri kegiatan Paten di halaman kantor kecamatan setempat.

Kehadiran Bupati di Kecamatan Pangkalan bukan hanya untuk memastikan semua pelayanan administrasi berlangsung dengan lancar dan baik. Namun juga mengkroscek kondisi Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru yang mengalami kekeringan parah dampak dari kemarau panjang.

Sumur air bersih yang berada di tengah ladang pesawahan itu sangat membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. “Ini patut kita apresiasi. Terima kasih semuanya sudah membantu masyarakat agar tidak kesulitan air bersih,” kata Bupati Cellica.

Biaya pembuatan sumur pun relatif terjangkau. Yakni menghabiskan Rp 350 juta untuk 10 titik sumur. Bupati juga menginstruksikan para Camat untuk mengidentifikasi berapa kebutuhan sumur untuk membantu warga menghadapi kekeringan.

“Partisipasi masyarakat juga sangat baik. Dan relawan serta aparatur desa juga berperan aktif mencarikan solusi. Mereka mencari sumber air dari tanah. Dan ternyata berhasil dengan adanya sumur ini,” kata Bupati Cellica.

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Pangkalan, Bupati Cellica tak hanya hadir di acara Paten dan mengunjungi lokasi pembuatan sumur saja. Namun juga memastikan distribusi air bersih dari pemerintah daerah ke masyarakat Pangkalan serta Tegalwaru tersampaikan dengan baik.

“Kita setiap harinya kirim tanki air. Tentunya sangat membantu masyarakat. Kita tahu, masyarakat di daerah ini sangat membutuhkan suplai air bersih. Alhamdulillah semua juga membantu. Kapolres, dandim dan pihak lain juga ikut bantu,” kata Bupati.(red/rls)