Kontribusi Pasar Cikampek 1 Diduga Masuk Kantong Oknum Pejabat

oleh -1.098 views
Deden Sofyan.

BaskomNews.com – Dana kontribusi/retribusi dari Pasar Cikampek 1 sejak tahun 2015 silam diduga masuk kantong oknum pejabat Pemkab Karawang. Sebab, hingga tahun 2019 tidak pernah ada pemasukan ke kas daerah dari Pasar Cikampek 1.

Pemerhati Pemerintahan dan Politik Karawang, Deden Sofyan mengatakan, berdasarkan catatan pihaknya, seharusnya pemasukan dari Pasar Cikampek 1 ke kas daerah sebesar Rp 700 juta per tahun.

“Kalau dihitung sejak tahun 2015 silam hingga, maka PAD dari Pasar Cikampek 1 seharusnya sebesar Rp 3,5 miliar. Tetapi kontribusi itu tidak masuk ke kas daerah, terus kemana uangnya?,” Tanya Deden Sofyan, Rabu (9/10/2019).

Ketua Serikat Tani Karawang (Stakar) ini menduga, dana sebesar Rp 3,5 miliar itu masuk ke kantong oknum pejabat Pemkab Karawang. Oleh karena itu, aparat hukum harus sudah mulai mengusut kasus hilangnya kontribusi dari Pasar Cikampek 1 tersebut.

“Saya mendesak agar aparat hukum, apakah itu kepolisian ataupun kejaksaan, mengusut kasus ini. Karena kontribusi dari pasar itu hilang,” katanya.

BACA SEBELUMNYA : PT ALS Kembali ‘Buka-bukaan’, 2016 Pernah Setor 2 Miliar ke Pemkab

Sebelumnya diberitakan, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Ahmad Mustofa mengatakan, kontribusi dari Pasar Cikampek 1 belum masuk ke kas daerah.

“Belum ada dari Pasar Cikampek 1 sejak tahun 2015. Kontribusi dari pasar hanya ada masuk ke kas daerah di tahun 2019 sebesar Rp 800 juta. Itu juga dari pasar Johar,” kata Mustofa.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), H. Widjojo yang juga mengakui, kontribusi dari Pasar Cikampek 1 yang diharus dibayarkan oleh pengelola seharussnya mencapai Rp 4,2 miliar sejak tahun 2015.

“Selain itu, PT Aditya Laksana Sejahtera (ALS) selaku pengelola Pasar Cikampek 1 sebelum tahun 2015 masih memiliki hutang kontribusi sebesar Rp 700 juta yang belum dibayarkan ke kas daerah,” kata Widjojo.

Hilangnya kontribusi dari Pasar Cikampek 1 ini terjadi, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memutus perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT ALS pada tahun 2015 silam.(red)

BACA SEBELUMNYA : PT Celebes Harus Berani Ambil Alih Pengelolaan Pasar Cikampek 1