Dadi Mulyadi : “H. Jenal Aripin Jangan Ke-Ge’eran”

oleh -409 views
Dadi Mulyadi SH - H. Jenal Aripin.

BaskomNews.com – Berbalas pantun sindiran politik masih terus dilakukan antara Balonbup H. Jenal Aripin dengan beberapa pengurus DPD PAN Karawang. Persoalan ini muncul, saat H. Jenal Aripin mencatut logo PAN dalam sebuah picture sosialisasi pencalonannya untuk Pilkada Karawang 2020 mendatang.

Wakil Ketua DPD PAN Karawang, Dadi Mulyadi SH mengatakan, dalam rangka membangun kesepahaman politik, siapapun berhak dan sah-sah saja untuk melakukan lobi-lobi dan konsolidasi dengan PAN.

Namun ditegaskan Dadi, H. Jenal Aripin jangan merasa ke-ge’eran hanya karena pernah bertemu dan berdiskusi dengan satu atau dua orang elite PAN, sehingga H. Jenal Aripin mengklaim bahwa dirinya sudah didukung oleh PAN.

“H. Jenal jangan kege’eran. Itu pandangan yang keliru, karena keputusan politik di dalam tradisi kami tidak ada sistem subordinasi (pimpinan dan bawahan). Artinya, antara kader pengurus aktif satu dengan lainnya memiliki kesetaraan, dalam hal memberikan gagasan dan pandangan politiknya,” tutur Dadi Mulyadi SH, melalui rilis yang dikirimnya kepada BaskomNews.com, Rabu (9/10/2019).

Atas persoalan logo PAN yang dicatut dalam picture H. Jenal Aripin ini, Dadi memastikan bahwa surat dukungan kepada H. Jenal Aripin in-konstitusional. Karena menurutnya, tahapan Rakerda untuk mengeluarkan rekomendasi harus memerlukan pandangan dari seluruh kader dan pegurus PAN, baik di tingkat DPD, DPC dan DPRT.

“Kalau memang PAN sudah terjadi (memberikan dukunga, red), saya kiria PAN mengulangi kesalahan yang sama. Terlalu dini jika PAN harus mengeluarkan rekomendasi dukungan saat-saat ini. Saya menolak cara berpikir praktis para elite PAN yang sudah mengamini dukungan kepada H. Jenal,” ujar Dadi Mulyadi.

Selain in-konstitusioanal, masih disampaikan Dadi, secara track record pengurus DPD PAN juga belum mengenal integritas politik H. Jenal Aripin untuk membangun Karawang. Terlebih, modal sebagai pengusaha dan polularitas saja belum cukup sebagai prasayarat untuk mendapatkan rekomendasi dari parpo khususnya PAN.

“Kita ketahui bersama, Karawang hari ini bagaikan The Detroit of Asia. Jika kekuatan leadership seorang bupatinya lemah dan tidak punya konsepsi ke-Karawangan yang modern, maka jangan sampai orang Karawang menjadi budak di tanahnya sendri. Karawang jangan sampai terkurung di dalam lingkaran status quo. Perkembangan kemajuan pembangunan Karawang harus beriringan dengan kemajuan cara berpikir sumber daya manusianya yang majemuk,” timpal Dadi Mulyadi.

Sebelum memberikan dukungan, Dadi juga menegaskan, alangkah lebih baiknya PAN melakukan penjajakan terlebih dahulu, baik dengan kader maupun non kader yang memiliki kapasitas kelayakan sebagai calon kepala daerah nantinya.

Ditambahkan Dadi, alangkah bijaksananya PAN jika terlebih dahulu menggelar diskusi-diskusi publik, baik di internal maupun lintas kader dan organisasi untuk mencari solusi dan formulasi strategi pembangunan Karawang yang ideal. Karena persoalan ketimpangan sosial dan kesejahteraan ekonomi, kemiskinan, kesehatan pertanian, pendidikan, isu lingkungan dan konflik agraria masih menjadi persoalan yang mendasar untuk dipecahkan jalan keluarnya.

“Kami ingin rumusan konsepsi pembangunan Karawang menjadi rekomendasi untuk calon bupati dan wakil bupati ke depan. Dan itu-lah komitmen politik PAN, bukan hanya dengan pemerintah, tapi bersama rakyat Karawang,” pungkas Dadi Mulyadi.(red)

BACA SEBELUMNYA : Pencatutan Logo PAN, H. Jenal Aripin : “Sudah Sepengetahuan Ketua dan Sekretaris”