Bapenda Akui Tak Ada Retribusi Pasar Cikampek 1

oleh -
Pasar Cikampek.

BaskomNews.com – Sepanjang tahun 2019, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang mengakui tidak pernah ada retribusi Pasar Cikampek 1 yang telah dikerjasamakan pengelolaanya dengan pihak ketiga yang dalam hal ini PT Aditya Laksana Sejahtera (ALS).

Dari semua pengelolaan pasar tradisional yang sudah melalui BOT (Build Operate and Transfer), sepanjang 30 September 2019 ini Bapenda hanya baru menerima retribusi dari BOT Pasar Johar. Itu pun nilainya hanya Rp 800 juta, masih jauh dari target Rp 2,5 miliar dari semua target retribusi pasar yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

“Kalau Pasar Cikampek 1 nol (tidak ada). Tahun ini kita baru nerima dari Pasar Johar sebesar Rp 800 juta. Itu juga masih jauh dari target retribusi 2,5 miliar untuk semua pasar yang di BOT-kan,” tutur Plt Kepala Bapenda Karawang, Ahmad Mustofa, Selasa (8/10/2019).

Adapun mengenai alasan mengapa belum ada retribusi Pasar Cikampek 1, Ahmad Mustofa menjelaskan, jika ‘alasan’ tersebut bukan merupakan kewenangannya untuk menjelaskan. Melainkan kewenangan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait yang dalam hal ini Disperindag.

“Kalau ditanya alasan kenapa, ya kita tidak tahu. Itu kewenangan OPD terkait untuk menjelaskan. Karena kaitan dengan Bapenda itu hanya menerima laporan target dan realisasi retribusi secara global saja. Kalau soal pajak, baru bisa kita jelaskan,” terang Ahmad Mustofa.

Kembali disinggung berapa angka retribusi Pasar Cikampek 1 dari tahun 2015, kepada media, Ahmad Mustofa mengaku belum mengetahuinya. Dengan alasan harus melihat data terlebih dahulu, dirinya baru akan bisa menjelaskan kepada media.

“Waduh, kalau dari 2019 saya harus lihat data dulu, takut salah ngomong gak sesuai data. Tapi yang pasti 2019 ini kita belum menerima retribusi dari Pasar Cikampek 1,” tandas Ahmad Mustofa.

Diberitakan sebelumnya, untuk pengelolaan Pasar Cikampek 1 oleh pihak ketiga ini belum pernah ada retribusi dari tahun 2015. Padahal potensi retribusi yang sudah dihitung mencapai Rp 700 juta per tahun. Sehingga Pemkab Karawang kehilangan potensi retribusi Pasar Cikampek 1 sebesar Rp 2,8 miliar dari tahun 2015. Terlebih, potensi retribusi yang hilang ini diluar utang PT ALS kepada pemkab sebesar Rp 1,7 miliar yang belum dibayarkan sampai saat ini.

Sementara itu, sistem BOT atau kerja sama Pasar Cikampek 1 dengan PT ALS sebenarnya sudah diputus sejak 2015. Namun sampai sejauh ini, PT ALS masih mengelola dan menguasai Pasar Cikampek 1 tanpa adanya retribusi.

Sementara BOT Pasar Cikampek 1 dengan PT Celebes Natural Propetindo dari 2015 (semenjak BOT dengan PT ALS diputus), sampai saat ini belum dijalankan. Yaitu dengan alasan PT ALS masih menguasai bangunan fisik Pasar Cikampek 1.(red)

BACA SEBELUMNYA : PT ALS Merasa Dibohogi Pemkab, Komisi II akan Konfrontir Kedua Belah Pihak