Isu Sabotase Pemain, Persika Terancam Tak Bisa Ikut Liga 3, Ini Penjelasan Manajemen

oleh -676 views

BaskomNews.com – Setelah mendapatkan beberapa kali desakan dari supporter dan beberapa elemen pecinta Persika Karawang yang lain, akhirnya menjemen baru skuad Persika memastikan, jika ke depan sudah tidak ada lagi persoalan keuangan Persika di dalam mengarungi musim Liga 3. Bahkan manajemen baru Persika memastikan akan melunasi tunggakan gaji pemain sebelumnya dalam waktu dekat.

Namun kini muncul persoalan baru di skuad Laskar Jawara, yaitu isu sabotase para pemain Persika yang tak mau ikut bermain lagi di muslim Liga 3. Bahkan bukan hanya para pemain, Pelatih Kepala Persika, Suimin Diharja juga dikabarkan sudah tidak mau lagi menjadi pelatih Persika Karawang.

Atas persoalan ini, Persika terancam tidak bisa mengikuti musim Liga 3 di 2019-2020. Pasalnya, pendaftaran terakhir muslim Liga 3 Indonesia jatuh 23 September 2019 dan pertandingan pertama jatuh pada 5 Oktober 2019. Sehingga beberapa hari ke depan yang mepet, manajemen baru Persika ‘ditantang’ untuk membentuk Skuad Persika yang baru, agar tetap bisa mengarungi musim Liga 3 Indonesia.

Atas persoalan ini pun, jajaran Komisaris dan Manajemen Persika yang baru mengundang perwakilan semua supporter Persika untuk meminta masukan, di lantai 3 Resto Dewi Ari di Jalan Interchange Karawang Barat, Jumat (20/9/2019) siang. Semua perwakilan supporter Persika hadir. Namun tak ada satupun pelatih kepala dan para pemain Persika yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Sudah tidak boleh lagi ada intrik yang melibatkan supporter dan manejemen. Mumpung ini masih di Liga 3, maka anggap saja kita sedang melangkah lagi dari awal. Jadi saya tidak mau bahas ke belakang. Mengenai Persika, saya kira adalah hari ini dan ke depan,” tutur CEO Persika, Gabriel Alexander, saat mengawali pembicaraan di hadapan para supporter.

“Pertama, kita sudah tunjuk akuntan publik, sehingga ke depan tidak ada lagi kecurigaan mengenai keterbukaan pendanaan Persika, bahkan temen-temen juga bisa mengetahuinya secara rinci. Karena ke depan pertanggungjawaban pendanaan akan kita buka selebar-lebarnya. Kedua, kita sudah dibukakan keran untuk masuk di kawasan industri, tanpa perlu kita menjadi pengemis,” timpal Gabriel.

Ditambahkan Gabriel, ia mengaku sudah bertemu langsung dengan Manajer Persika sebelumnya, Rakhmat Gunadi. Menjelang pendaftaran Persika di Liga 3, sambung Gabriel, para pemain Persika yang lama kecil kemungkinan akan ikut bermain di Liga 3. Pasalnya, mereka (para pemain) akan melakukan ‘trial’ di Korea Selatan. Melalui kesempatan ini, Gabriel juga membantah soal isu sabotase Pemain Persika.

“Saya sudah komunikasi dengan Pak Gunadi. Tim kemarin akan trial ke Korea Selatan, sehingga kemungkinan besar tim kemarin tidak bisa gunakan. Jadi saya kira tidak ada bahasa sabotase. Karena hari ini pemain Persika juga sudah ada yang berangkat ke Cibubur untuk persiapan trial. Makanya kami di sini undang temen-undang untuk minta pendapatnya. Jangan sampai kita asal-asalan nunjuk pemain, kemudian hasilnyan jeblok dan nanti kita yang disalahkan,” papar Gabriel.

Berdasarkan pantauan media, setelah mendengarkan pendapat dari perwakilan supporter, akhirnya disepakati dua hal opsi agar Skuad Persika Karawang tetap bisa mengikuti Liga 3 Indonesia. Pertama, Manajemen Persika akan melunasi tunggakan gaji para pemain sebelumnya, dengan catatan para pemain segera menghadap manajemen untuk kemudian kembali bergabung di Skuad Persika dengan kontrak yang baru. Para pemain Persika sebelumnya diberikan batasan waktu sampai tanggal 25 September 2019 untuk berkomunikasi dengan manajemen.

Opsi kedua, Manajemen Persika akan mencari pelatih dan melakukan seleksi terbuka para pemain baru dengan batas waktu maksimal, sebelum muslim Liga 3 dimulai pada 5 Oktober 2019. Dalam kesempatan ini, Manajemen Persika yang baru juga menunjuk praktisi hukum ternama Karawang, Asep Agustian SH, MH sebagai Penasehat Hukum Persika.

“Sampai 25 September 2019, pemain Perdika diberikan kesempatan untuk menghubungi manajemen. Semua tunggakan gaji akan kita lunasi, dengan syarat mereka mau bermain kembali di Persika. Lewat dari waktu itu, maka manejemen sudah gak mau tahu. Kalau dibilang mission imposible, ini ya imposible. Tapi saya kira gak ada yang gak mungkin, kalau kita semuanya mau berbuat untuk Persika,” pungkas Gabriel.(red)