‘Permintaan Khusus’ Pengusaha Ternama, Segel Proyek PO Bus Kembali Dibuka Satpol PP

oleh -295 views
Terpantau Kamis (12/9/2019), segel yang sebelumnya dipasang Satpol PP Karawang, kini sudah dicabut lagi.

BaskomNews.com – Dibukanya segel Satpol PP atas proyek PO Bus Fazar Trans di jalan Siliwangi dekat komplek Pemda II menjadi pertanyaan bagi masyarakat.

Pasalnya beberapa pekan lalu, Satpol PP Karawang dengan tegas telah menutup proyek tersebut dengan dasar pemilik proyek tidak mengantongi izin apapun. Namun tiba-tiba, penyegelan yang telah dilakukan Satpol PP kembali dibuka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BaskomNews.com, dibukanya penyegelan proyek PO Bus Fajar tersebut lantaran ‘permintaan khusus’ salah seorang pengusaha kontraktor ternama di Karawang, agar si pengusaha kembali bisa menyelesaikan proses pengerjaan proyeknya.

Saat dikonfirmasi mengenai persoalan ini, Kepala Bidang (Kabid) PPUD Satpol PP Karawang, H. Endeng mengaku, jika pemilik proyek telah berkomitmen akan mengurusi perizinan dari proyek perusahaannya itu.

“Kemarin pemilik proyek atas nama Bangbang Danarwindo pemilik PT Fazar Transport sudah membuat surat pernyataan untuk segera membuat perizinan, atas dasar itu segel kita buka,” ujarnya, saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (12/9/2019).

Endeng juga menyampaikan, secara peruntukan yang tadinya akan dibuat PO Bus, namun menurut pemiliknya akan diubah peruntukannya menjadi jenis usaha yang lain, karena secara tata ruang tidak mengizinkan di sana dibuat PO Bus.

“Dikarenakan di sana tidak boleh dibuat PO Bus, maka pemiliknya mengurungkan dan merubah peruntukan pembangunannya. Tapi belum disebutkan akan dijadikan apa, yang jelas mereka akan mengurus izinnya,” katanya.

Masih kata Endeng, pihaknya sudah menjalankan SOP sebagai standar kerjanya, dimana seorang pengusaha berkomitmen akan mengurusi kewajibannya, maka pihaknya juga akan mencabut segel.

“Kita hanya menjalankam sesuai dengan SOP, jika pengusaha akan membuat kewajibannya membuat izin, ya kita cabut segelnya sampai batas waktu yang ditentukan. Namun jika dalam batas waktu yaitu selama 14 hari kerja tidak ada action, ya kita langsung akan mengambil langkah lagi,” tandasnya.(iql)

BACA SEBELUMNYA : Sentilan Dasim Berujung Penyegelan Sementara PO Bus Fajar di Jalan Siliwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *