Dampak Bau Menyengat Minyak Pertamina, Siswa Belajar Sambil Tutup Hidung

oleh -360 views
Pemandangan siswa SDN Cemarajaya III belajar sambil menutup hidung akibat bau menyengat tumpahan minyak Pertamina ini sudah berlangsung satu bulan terakhir.

BaskomNews.com – Ada pemandangan mengkhwatirkan disela-sela peninjauan Menteri BUMN Rini Soemarno ke lokasi pantai Utara Karawang yang terkena dampak tumpahan minyak Pertamina, tepatnya di Pantai Cemarajaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang Jawa Barat, Kamis (22/8/2019) siang.

Pasalnya, sekitar 15 meter dari Pantai Cemarajaya yang sudah tercemar limbah minyak Pertamina tersebut ada bangunan SDN Cemarajaya III yang aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswanya terganggu akibat bau menyengat tumpahan minyak Pertamina di bibir pantai.

Para tenaga pengajar dan siswa terpaksa harus belajar sambil menutup hidung, untuk mengurangi bau menyengat saat menghirup udara di sekitar lingkungan sekolah. Sudah satu bulan lebih aktivitas belajar mengajar di SDN Cemarajaya III terganggu bau menyengat limbah minyak ini.

Tak jarang, para siswa harus mengeluhkan pusing dan mual-mual akibat terus menerus mencium bau menyengat limbah minyak. “Iya bau a,” singkat Maemunah, Siswi kelas 5 SDN Cemarajaya III, kepada awak media.

Saat belajar, tak jarang siswa mengeluhkan bau menyengat tumpahan minyak sampai harus mual-mual menahan bau.

Menyikapi persoalan ini, pihak sekolah merasa prihatin dan khwatir dengan kondisi belajar mengajar seperti ini. Namun mereka tidak bisa berbuat lebih dengan kondisi yang ada.

Pihak sekolah hanya bisa berharap agar persoalan pencemaran lingkungan limbah minyak Pertamina ini segera bisa ditangani. Sehingga kondisi udara di lingkungan sekolah kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar sekolah.

“Sekolah merasa prihatin dengan gangguan bau ini. Kami akan melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan Karawang,” kata Kamin, salah seorang guru SDN Cemarajaya III.

Di tempat berbeda, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) memastikan, jika penanganan kebocoran pipa Pertamina yang mencemari pantai Utara Karawang ini masih berlangsung dan belum selesai.  Dan sampai 17 Agustus 2019 kemarin, limbah minyak yang menempel di pasir pantai yang sudah dimasukan ke dalam karung sudah mencapai  sebanyak 6 ribu karung lebih.

Kang Jimmy juga menegaskan, sekitar 200 ribu lebih pohon mangrove sudah mulai terkena dampak tumpahan minyak Pertamina. “Penanganan masih terus berlangsung. Dan saat ini dampaknya sudah ke pohon mangrove,” kata Kang Jimmy, saat sesi wawancara dengan Radio Republik Indonesia (RRI). (adk)

BACA SEBELUMNYA : Menteri BUMN Harapkan Penanganan Kebocoran Pipa Pertamina Selesai September 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *