Revitalisasi Jatiluhur, Bakal Ada Masjid Terapung di Tengah Waduk

oleh -63 views
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat mejelasakan desain/gambar revitalisasi objek wisata Jatiluhur.

BaskomNews.com – Saat meninjau sejumlah titik di Waduk Jatiluhur, Minggu (18/8/2019), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan, objek wisata di Kabupaten Purwakarta ini mulai direvitalisasi tahun ini.

Gubernur yang akrab disapa Emil itu berujar, penataan Waduk Jatiluhur merupakan komitmennya dalam mewujudkan Jabar sebagai provinsi pariwisata. Harapannya, wajah Waduk Jatiluhur yang baru bisa menarik lebih banyak wisatawan dan menjadi objek wisata baru.

“Ke depan, Jatilihur akan ramai dan penuh kegiatan positif. Jabar provinsi pariwisata ini komitmen saya, kita akan tata ulang dan penambahan wisata baru di beberapa titik,” ucap Emil.

Yang istimewa dari rencana revitalisasi itu, lanjut Emil, adalah pembangunan masjid terapung di tengah waduk yang didesain langsung olehnya. Wisatawan pun mendapat opsi baru untuk beribadah di tengah waduk dengan menggunakan perahu.

“Sehingga orang kalau mau sembahyang ada dua pilihan, bisa di darat atau di air menggunakan perahu dulu,” tambah Emil, dilansir dari SindoNews.

Di kawasan Pamundingan yang masih berada di area Waduk Jatiluhur pun akan dibangun hotel dengan konsep terapung. Emil menjelaskan, hotel tersebut akan berdiri di atas pelampung besar mengikuti kondisi permukaan air yang sudah dijamin keamanannya.

“Hotelnya yang khas Jatiluhur, jadi tidak berada di darat, tapi di air pakai pelampung. Pada saat permukaan air naik di sekitar bulan Januari sampai Mei, dia (hotel) ikut naik. Pada saat air menyusut atau musim kemarau, juga ikut turun. Tidak ada masalah, (juga) dengan akses 20 menit dari area masuk,” tutur Emil.

Selain itu, lapak pedagang juga akan dipindahkan ke kawasan yang lebih baik. Relokasi pedagang ini dipastikan tidak akan merugikan pedagang, sebaliknya penghasilan para pedagang akan meningkat.

Penataan Waduk Jatiluhur tahap satu untuk sementara akan menggunakan lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II. Saat ini proyek penataan seluruh kawasan menjejak proses detail engineering design (DED) dengan perkiraan anggaran sebesar Rp20 hingga Rp30 miliar tiap titik. Penataan kawasan juga telah disepakati bersama pihak pengelola Waduk Jatiluhur.

“Sementara tahap satu kita pakai lahan PJT II. Dananya sudah disiapkan dan pembangunan dimulai tahun ini,” kata Emil.

“Ini bagian dari pengembangan, sehingga semua akan mendapatkan kebaikan kawasan tertata, warga jadi pekerja dan beraktivitas ekonomi, kemudian PAD (pendapatan asli daerah) Purwakarta juga bisa meningkat,” ujarnya mengakhiri.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *