Kasus Jual Beli Suara EK Jadi Presenden Buruk bagi KPU dan Bawaslu Karawang

oleh -
H. Engkus Kusnaya.

BaskomNews.com – Kasus jual beli suara mantan Caleg DPR RI Dapil Jabar 7 dari Perindo, Budi Santoso alias H. Engkus Kusnaya dinilai telah menjadi presenden buruk bagi kinerja KPU dan Bawaslu Karawang pada Pemilu 2019.

Akademisi Karawang, Muhammad Gary Gagarin Akbar, SH, MH, berpendapat, tercorengnya demokrasi Pemilu 2019 yang menyeret 1 Komisioner KPU, 12 PPK dan mantan Caleg DPR RI Partai Perindo Engkus Kusnaya ini tidak seharusnya terjadi.

Menurutnya, 1 Komisioner KPU dan 12 PPK seharusnya memiliki integritas serta memegang teguh sumpah jabatan yang diembannya, agar menaati prosedural hukum sebagai penyelenggara demokrasi.

“Demokrasi sejauh ini adalah sistem yang paling baik dan harus diperkuat dengan hukum. Kalau hukumnya lemah, maka demokrasi ini hanya akan dimanfaatkan dan disimpangi oleh sekelompok orang yang memiliki kepentingan tertentu,” kata Gary Gagarin, kepada BaskomNews.com, Kamis (18/7/2019).

Kaprodi Hukum UBP ini juga menilai, jika KPU, Bawaslu, Gakkumdu dan DKPP harus tegas menangani kasus ini. “Apabila hukumnya tegas, impelementasinya tidak pandang bulu, niscaya caleg yang ingin melakukan gratifikasi atau transaksi jual beli suara akan berfikir dua kali,” tegas Gary Gagarin.

Atas perkara kasus ini, Gary berharap adanya perbaikan proses demokrasi ke depan, agar kejadian serupa tidak terulang. Maka dari itu, dirinya juga mengajak elemen masyarakat untuk mengawal kasus tersebut.

“Ini momen yang tepat untuk terus memperbaiki sistem demokrasi kita ke depan, dan masyarakat harus ikut mengawalnya,” pungkas Gary Gagarin, yang juga melaporkan kasus dugaan jual beli suara Caleg Engkus Kusnaya ini ke Polres Karawang.(zay)

Baca juga: 12 PPK dan 1 Komisioner KPU Dilaporkan ke Aparatur Penegak Hukum