Isu PDAM Dijual, Asda II Akui Ada Proses Perubahan Status dari Perusda ke PT

Asda II Ahmad Hidayat.

BaskomNews.com – Desas desus adanya isu rencana dijualnya saham PDAM Tirta Tarum Karawang dibantah oleh Asisten Daerah (Asda) II Ahmad Hidayat.

Menurut sepengetahuaannya, saat ini belum dapat keputusan dijualnya saham PDAM ke pihak swasta, karena alasan status PDAM saat ini masih merupakan Perusahaan Daerah (Perusda).

“Kalau sudah berbentuk perusahaan PT baru saham bisa dijual. sementara saat ini masih Perusda, masih milik pemda, penyertaan modalnya masih dari pemerintah daerah,” kata Ahmad Hidayat, Rabu (17/7/2019).

Namun demikian Ahmad Hidayat mengakui, bahwa saat ini pemkab tengah nemproses perubahan status PDAM dari Perusda ke Perseroan Terbatas (PT).

“Sekarang ini dalam peroses perubahan nomenklatur-nya, kita sudah bawa ke DPRD kemudian dibawa ke provinsi. Jadi betul saat ini sedang proses menjadi PT,” bebernya.

Masih dikatakan Ahmad Hidayat, jika statusnya sudah PT, maka menjadi sebuah keharusan saham PDAM menjadi milik pihak lain, untuk bersama-sama mengelola perusahaan PDAM ke arah yang lebih baik. Bukan saja berorientasi pada pelayanan publik, namun juga berorientasi pada penghasilan, karena sudah berbentuk PT.

“Kalau sudah jadi PT jadi berdua milik pemda, cuman penyertaan modalnya juga bisa dari pihak luar juga. Orientasinya juga bukan hanya berkaitan dengan pelayanan saja, tapi juga berorientasi terhadap profit,” katanya.

Disinggung soal 25 oknum yang diduga menerima uang sebesar 3,9 miliar (duit pembayaran utang PDAM ke PJT II yang menghilang), Ahmad Hidayat mengaku mengetahui informasi itu.

Tapi dirinya enggan mengomentari hal itu, karena alasan persoalannya sudah masuk ke ranah hukum. “Kalau informasi mah tahu, tapi maaf kalau sudah masuk ranah hukum ini bukan menjadi kewenangan kami,” pungkasnya. (iql)

SHARE