Langkah Strategis Pemkab Karawang Atasi Defisit Tahun Anggaran 2020

Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana

“Langkah yang sudah kami sepakati di antaranya menggenjot PAD dan memangkas anggaran di setiap Perangkat Daerah sebesar 13 persen,”

BaskomNews.com – Pemkab Karawang bakal melakukan langkah strategis untuk menekan defisit tahun anggaran 2020. Apalagi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang diprediksi melonjak sekitar Rp 380 miliar.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan Pemkab Karawang mengatasi defisit anggaran tahun 2020 yakni dengan cara menoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memangkas sekitar 13 persen anggaran di setiap Perangkat Daerah.

“Ada bebarapa langkah yang sudah kami sepakati di antaranya menggenjot PAD dan memangkas anggaran di setiap Perangkat Daerah sebesar 13 persen,” kata Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana usai rapat dengan Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah di Aula Bappeda Karawang, Selasa (16/7/2019).

Bupati mengatakan, setiap Perangkat Daerah diwajibkan melakukan efesiensi anggaran dengan memangkas kegiatan-kegiatan yang kurang perlu, di antaranya pembelian seragam dinas atau pembelian pakaian khusus pada acara-acara tertentu.

Bupati juga meminta Perangkat Daerah membatasi kegiatan di hotel dan rapat di luar daerah, dengan mengoptimalkan pemakaian gedung kantornya, atau memakai aula Pemkab Karawang jika ada kegiatan besar.

“Kita akan melakukan rapat lanjutan untuk membahas langkah-langkah ini, termasuk anggaran-anggaran yang bakal dipangkas,” katanya.

Bupati menyebutkan, anggaran tahun 2020 cukup berat lantaran terdapat lonjakan sekitar Rp 380 miliar. Sementara PAD Karawang berada pada angka Rp 1,25 triliun.

Lonjakan anggaran terjadi karena di 2020 ada perhelatan Pilkada yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 144 miliar, pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sekitar Rp 96 miliar, dan meningkatan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) khusus guru sekitar Rp 140 miliar.

Meski demikian, bupati berjanji tidak akan memangkas anggaran yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat banyak. Ia ingin defisit tertutupi, tanpa harus mengorbankan program-program strategis Pemkab Karawang. (rls)

SHARE