Sidak Gedung Pemda II Amburadul, Ketua DPRD Tidak Puas dan ‘Mencak-mencak’

Ketua DPRD Karawang, H. Toto Suripto mencak-mencak saat melakukan sidak di gedung Pemda II, Kamis (11/7/2019).

BaskomNews.com – Kamis pagi (11/7/2019), rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karawang melakukan sidak ke sejumlah bangunan proyek, diantaranya Gedung Pemda II dan Karangpawitan.

Dipimpin langsung Ketua DPRD Karawang sekaligus Ketua Banggar, H. Toto Suripto, para wakil rakyat ini mengaku tidak puas dengan hasil pembangunan Gedung Pemda II khususnya, yang hasilnya dinilai ‘amburadul’ dan sampai saat ini masih belum bisa ditempati.

Terlebih, kondisi bangunan gedung Pemda II saat ini terpantau tim sidak sudah banyak yang mengalami kerusakan. Karena terbengkalai belum juga ditempati, akhirnya beberapa bagian gedung Pemda II banyak yang mengalami kerusakan.

“Saya sangat kecewa melihat hasil pembangunan ini. Padahal ini dibangun oleh uang rakyat yang tidak sedikit. Coba kita lihat banyak yang amburadul, jebol dan kusam. Padahal ini baru dibangun,” kata H. Toto Suripto, sambil ‘mencak-mencak’ saat sidak di gedung Pemda II.

H. Toto Suripto menilai, program pembangunan gedung Pemda II sebenarnya sangat bagus, namun tidak dibarengi dengan perencanaan yang matang.

“Programnya bagus, tapi perencanaanya gak matang. Jadi apakah pembangunan Karawang setelah dibangun harus selalu mangkrak tidak langsung digunakan dengan alasan anggaran. Padahal anggaran sudah diberikan kepada dinas terkait. Artinya, programnya bagus tapi rencananya kurang bagus,” tutur H. Toto Suripto, saat memimpin sidak.

“Ini kan anggaran 7 dan 7, artinya totalnya kan 14 miliar.
Makanya ke depan kalau ada pembangunan seperti ini tanyakan kira-kira sesuai gak dengan rencana awal pekerjaan tersebut. Artinya, kalau programnya bagus rencananya sudah matang,” timpal Toto.

Karena sudah lama tak ditempati, akhirnya banyak bagian gedung Pemda II yang mengalami kerusakan.

Dikatakan Toto, sebelumnya di Banggar sendiri sudah melakukan evaluasi dengan cara melakukan hearing dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Hasilnya, Banggar tidak puas dengan hasil capaian pembangunan gedung Pemda II yang diklaim sudah mencapai 90%.

“Kami di Badan Anggaran sudah hearing dengan OPD terkait, tapi kami tidak puas dengan hasil laporan capaian 90% rata-rata, tapi pekerjaanya masih seperti ini,” kata Toto.

Atas persoalan gedung Pemda II ini, Toto mengaku tidak ingin lembaganya disalahkan. Sehingga hari ini anggota DPRD Karawang yang tergabung dalam Banggar melakukan sidak untuk mengecek langsung ke lapangan.

“Kami di Bamus tadi malam sebelum Paripurna minta dulu agar Badan Anggaran sidak ke tempat-tempat hari ini media, pengamat dan pihak ketiga sering komentar tentang Pemda II dan Karangpawitan,” kata Toto.

“Artinya, jangan seolah-olah anggota DPRD tidak melakukan kontrol. Kami sudah melakukan kontrol, baik secara hearing dengan SKPD/OPD terkait, tapi hari ini pun kami langsung turun ke lapangan,” timpal Toto.

“Jadi programnya bagus rencananya kurang matang. Kalau rencananya matang tidak seperti ini hasilnya. Padahal program dan rencana harus seimbang,” tegas Toto.

Disinggung apakah pembangunan gedung Pemda II hanya ‘buang-buang anggaran’, Toto menegaskan, harus ada evaluasi terhadap pemborong yang mengerjakan gedung Pemda II.

“Ya dikatakan, bisa (buang-buang anggaran, red). Karena hasil pekerjaanya tidak bisa langsung dipake dengan alasan ini itu, alibinya ini itu, selalu beralibi terus. Ini juga harus dievaluasi pemborongnya,” tandas Toto.

Sementara itu, sampai dengan pukul 11.00 WIB, agenda sidak yang dilakukan Banggar DPRD Karawang ini masih berlangsung.(red)

SHARE