Nilai Royalti Kecil, Sewa Lahan Pemkab oleh Mal Ramayana Sering Jadi Pertanyaan BPK

Mal Ramayana (foto dok).

BaskomNews.com – Terlalu kecilnya nilai royalti sewa lahan tanah Pemkab Karawang seluas 4.600 meter oleh Mal Ramayana masih menjadi salah satu perbincangan topik hangat di kalangan publik Karawang. Mulai dari pemerintahan sampai pimpinan DPRD Karawang juga ikut angkat bicara.

Terlebih berdasarkan informasi ‘ternyar’ yang dihimpun BaskomNews.com, royalti sewa tanah yang hanya mencapai 4.000 US Dollar pertahun sering menjadi temuan dan pertanyaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap tutup tahun anggaran.

“Sering jadi temuan BPK, artinya suka jadi bahan pertanyaan kenapa ada uang tersebut,” singkat salah seorang pejabat Setda Karawang, yang identitasnya enggan dipublis, kepada BaskomNews.com, Senin (8/7/2019).

Disinggung apakah pemkab pernah melakukan upaya perubahan Addendum untuk meningkatkan nilai royalti, ia menjawab bahwa pemerintah sudah melakukan beberapa kali rapat terkait hal tersebut.

“Dulu beberapa kali kita pernah melakukan rapat, dengan maksud untuk meminta pihak Ramayana meningkatkan royalti. Alhasil, pihak Ramayana melalui suratnya menunjukn itikad baik, dimana dalam suratnya dilampirkan itung-itungan pendapatan. Namun sampai saat itu kita belum selesai membahas soal ini,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Aset BPKAD Karawang, Ferry menjelaskan, jika setiap tahun royalti tersebut sering dijadikan pertanyaan oleh BPK. “Maaf, setahu saya setiap tahun sering ditanyakan. Tapi saya lupa pernah jadi temuan atau tidak. Hanya mungkin perlu dievaluasi besaran royaltinya,” kata Ferry.

Namun demikian, Ferri mengaku jika persoalan ini masih dalam tahap evaluasi, hanya saja belum ada kesepakatan harga antara pemkab dengan pihak Mal Ramayana. “Sudah mas, hanya saja belum sepakat mengenai besarannya,” timpal Ferry.

Sementara itu, saat BaskomNews.com mencoba melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Asda 1 untuk mempertanyakan persoalan terkait apakah Addendum dengan Mal Ramayana bisa dirubah atau tidaknya, sampai dengan berita ini masuk meja redaksi, yang bersangkutan belum memberikan jawaban resminya.(iql)

SHARE