Sudah 5 Bulan Penanganan Kasus 3,9 Miliar Duit PDAM yang Hilang Belum Ada Kejelasan!

Inilah bukti Surat Dirut PDAM Tirta Tarum Karawang kepada Bupati Karawang tertanggal 24 Oktober 2018.

BaskomNews.com – Sudah hampir 5 bulan penanganan kasus dugaan hilangnya 3,9 miliar duit PDAM Tirta Tarum Karawang oleh Polres Karawang belum ada kejelasan ke publik.

Padahal penanganan kasus ini sudah dimulai sejak Februari 2019, sejak zaman kepemimpinan Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya. Terlebih, dua mantan petinggi PDAM Tirta Tarum Karawang, yaitu mantan Dirut Yogie Patriana Alsyah dan Kasubag Novi Farida sudah pernah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan.

Namun hingga saat ini, hingga kepemimpinan Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra, publik Karawang belum mengetahui secara pasti apakah penanganan kasus 3,9 miliar hilangnya duit PDAM tersebut masih dalam tahap proses penyelidikan atau sudah masuk tahap penyidikan.

Dan sebelumnya, Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana dan Ketua DPRD Karawang, H. Toto Suripto sempat menyatakan dukungannya kepada penegak hukum, agar bisa membongkar persoalan kasus ini.

BACA SEBELUMNYA : cellica Persilahkan Penegak Hukum Periksa Soal Duit PDAM 3,9 Miliar yang Hilang ‘Dimakan Tuyul’ 

BACA JUGA : 3,9 Miliar Duit PDAM, Toto Suripto Dukung Polres Bongkar Keterlibatan Oknum DPRD Karawang

Terlebih, Ketua Umum BARAK Indonesia, D. Sutedjo MS sempat mengeluarkan pernyataan keyakinannya, terkait adanya bhubungan antara kasus hilangnya 3,9 miliar duit PDAM Tirta Tarum Karawang ini dengan kasus Uprating PDAM Karawang yang penanganan kasusnya oleh Kejati Jawa Barat juga belum ada kejelasan terhadap publik.

BACA SEBELUMNYA : Yogie Bakal Jadi Saksi Kunci, BARAK Indonesia Yakin Ada Kaitan Antara Uprating PDAM dengan 3,9 Miliar

Andri Kurniawan, salah seorang pemerhati pemerintahan Karawang yang sejak awal menyimak penanganan kasus ini mengatakan, sampai saat ini penanganan kasus 3,9 miliar duit PDAM masih ditunggu hasilnya oleh publik Karawang. Pasalnya, masalah ini sebelumnya sudah membuat gaduh Karawang, setelah bocornya surat Direksi PDAM Tirtatarum Karawang kepada Owner (Bupati Karawang, red).

Yaitu dimana isi surat tersebut substansinya melaporkan hasil dari rekonsiliasi tim di internal PDAM atas penelusuran uang yang di duga hilang tersebut. “Perkara ini sudah cukup lama ditangani oleh Unit Tipidkor Polres Karawang, dan progres penanganannya sampai saat ini belum dapat di update oleh publik. Apakah masih dalam tahap penyelidikan atau kah sudah masuk tahap penyidikan?. Kita semua belum tahu,” tutur Andri Kurniawan, Minggu (7/7/2019).

Ditambahkan Andri, tapi setidaknya ada angin segar pasca adanya statement dari kuasa hukum Mantan Kasubag Keuangan PDAM Tirtatarum Karawang yang mengungkap soal 25 nama oknum yang diduga menerima aliran dana haram tersebut. Artinya, tirai perkara ini sudah sedikit mulai terbuka ke publik, bahwa memang patut diduga ada uang PDAM Tirtatarum Karawang yang ‘bercecer’ ke luar.

“Tapi persoalannya, apakah memang benar uang PDAM yang hilang sebesar Rp 3,9 miliar. Ini kan perlu pembuktian lebih lanjut. Karena selama ini beredar kabar uang PDAM untuk pembayaran hutang air baku ke Perusahaan Jasa Tirta (PJT II) dan data voucher serta gaji karawayan sebesar Rp 3,9 yang hilang tersebut masih goib keberadaannya,” kata Andri.

Selain soal pembuktian aliran uang, sambung Andri, persoalan hasil rekonsiliasi tim internal PDAM juga perlu untuk diperjelas terlebih dahulu. Apakah benar uang sebesar Rp 3,9 miliar yang diduga hilang itu merupakan uang untuk pembayaran kepada PJT II dan gaji karyawan semua. Sementara tidak kalah penting, muncul angka Rp 3,9 miliar tersebut harus benar-benar dapat divalidasi kebenarannya.

“Masalah ini harus segera dapat dijawab oleh tim rekonsiliasi PDAM secara detail. Karena selama ini publik sudah terlanjur meyakini, bahwa uang yang hilang secara goib dan peruntukannya untuk pembayaran air baku ke PJT II adalah sebesar Rp 3,9 miliar,” pungkas Andri.(red)

BACA BERITA-BERITA SEBELUMNYA  DI SINI : ‘Tuyul Pemakan’ 3,9 Miliar Duit PDAM Mulai Terkuak, Kasubag Novi Beberkan 25 Nama Oknum ke Penyidik

SHARE