Pimpinan DPRD Nilai Royalti Sewa Lahan Pemkab oleh Mal Ramayana Tak Wajar

Wakil Ketua II DPRD Karawang menilai jika royalti sewa lahan pemkab oleh Mal Ramayana yang hanya 4000 US dollar tak wajar.

BaskomNews.com – Wakil Ketua II DPRD Karawang, Ajang Sopandi menegaskan, jika lahan seluas 5.000 m2 milik Pemkab Karawang yang disewakan ke Mal Ramayana sejak 2005 dengan biaya royalti pertahunnya hanya sebesar 4.000 US$ itu tidak wajar.

“Kalau harga sewanya itu hanya 4.000 US$ kurang wajar, sekarang saja kontrak sekelas ruko di pinggir jalan sudah mahal bisa mencapai puluhan juta,” kata Ajang Sopandi, saat ditemui di ruangan Fraksi Partai Gerindra, Sabtu kemarin (6/7/2019).

Atas persoalan ini, salah satu unsur pimpinan DPRD Karawang ini berharap agar Bappenda (Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah) Karawang segera menginformasikan persoalan ini ke Bagian Kerjasama Pemkab untuk bisa merubah Addendum dan menaikan royalti sewa lahan pemkab oleh Mal Ramayana.

Sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor sewa lahan ini bisa bertambah setiap tahunnya.

“Kalau memang masih ada peluang-peluang untuk meningkatkan PAD, kenapa tidak?. Semua disektor apapun kita harus meningkatkan PAD demi kemajuan Kabupaten Karawang. Kalau kita kekurangan PAD bagaimana mau membangun,” kata Ajang.

Menurut Ajang, keingingannya agar pemkab segera menaikan biaya royalti Mal Ramayana itu bukan tanpa dasar. Menurutnya, hal tersebut mengacu dari harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang sudah sangat jauh berbeda dari tahun 2005 ke 2019.

“Karena harga sudah mahal, NJOP sudah mahal, wajarlah kalau eksekutif menaikan sewa tanah Pemkab tersebut seperti yang tadi saya katakana, untuk menaikan PAD. Wajar, itu sangat harus,” pungkas Ajang.(zay)

SHARE