Peluang Gerindra Duduki Ketua DPRD, sampai Harapan Koalisi Pilpres Berlanjut ke Pilkada Karawang

Ajang Supandi, Ketua DPC Gerindra Karawang.

“Kalau misalkan memang begitu, ya Alhamdulillah, sebagai Ketua DPC puji syukur, karena bisa nambah kursi”

BaskomNews.com – Disinggung soal desas-desus Partai Gerindra Karawang yang masih memiliki peluang untuk menduduki kursi DPRD Karawang, Ketua DPC Gerindra Karawang, Ajang Sopandi mengaku belum mengetahui sama sekali mengenai kabar masih adanya persoalan hasil Pileg Karawang di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Namun jika saja kabar tersebut benar adanya, sampai dengan bisa menambah jumlah kursi Gerindra di legislatif Karawang, Ajang mengaku sangat bersyukur. “Terkadang aku juga bingung kalau mau jawab itu. Karena sebagai Ketua DPC, aku harus nanya dulu sumbernya dari mana,” tutur Ajang Sopandi, kepada BaskomNews.com, Sabtu (6/7/2019).

“Kalau misalkan memang begitu, ya Alhamdulillah, sebagai Ketua DPC puji syukur, karena bisa nambah kursi. Entah itu dari mana kan kita tidak tahu. Mungkin ada penggelembungan atau ada apa, ya itu ranahnya KPU dan DKPP, ya silahkan aja,” timpal Ajang.

Ditanya mengenai penyelenggaraan Pemilu 2019 di Karawang, apakah berjalan dengan bersih?, Ajang sendiri berpendapat, jika ada parpol atau politisi yang berpendapat penyelenggaraan Pemilu 2019 berjalan dengan bersih, maka merupakan hal yang konyol.

Karena ditegaskan Ajang, dugaan kasus jual beli suara yang dilakukan mantan Caleg DPR RI dari Partai Perindo Engkus Kusnaya merupakan salah satu bukti masih adanya indikasi kecurangan pemilu.

“Kalu di Karawang saya gak usah komentarin, kan itu sudah rame ada 122 PPK dan satu oknum KPU, ya masa harus bilang bersih. Kalau bilang bersih, ya konyol. Hahaha…,” kata Ajang Sopandi, sambil tertawa terbahak-bahak kepada BaskomNews.com.

Kembali disinggung masih adanya peluang Gerindra Karawang untuk menduduki kursi Ketua DPRD Karawang, karena persoalan dugaan kecurangan pemilu di DKPP dikabarkan telah mengurangi perolehan kursi Partai Demokrat, Ajang berpendapat bahwa hal tersebut merupakan perkara yang mungkin-mungkin saja.

Karena ditegaskan Ajang, banyaknya persoalan dugaan kecurangan Pemilu yang sebelumnya tidak diketahui, kini mulai muncul ke permukaan lewat pemberitaan di media.

“Ya mungkin saja, karena banyak hal-hal yang tidak kita ketahui, ternyata sekarang kan muncul. Adanya kecurangan-kecurangan yang dilakukan oknum. Saya tidak bisa sebut namanya. Artinya bisa dilakukan salah satu orang, salah satu partai atau salah satu lembaga, yang pasti itu oknum,” kata Ajang.

Kursi Ketua DPRD dan Peluang Pilkada Karawang

Benar atau tidaknya peluang Gerindra Karawang untuk menduduki jabatan Ketua DPRD Karawang tersebut, Ajang mengaku tidak terlalu mempersoalkannya. Karena yang pasti ditegaskan Ajang, secara de fakto saat ini Gerindra merupakan ‘partai juara’ di Kabupaten Karawang.

“Pokoknya tidak terpilih atau tidak, secara de facto Gerindra juara di Karawang. Mungkin kita juga persiapkan Pilkada. Pertama, persiapkan kader dulu, kalau kader tidak sanggup tentu harus berkoalisi,” paparnya.

“Nah, sekarang Gerindra itu mau konsolidasi kader. Sebab yang namanya pemilihan, kita tidak bisa mengandalkan keberanian. Kalau masalah berani mah semua orang juga berani. Tapi kita harus melihat dan mengakui kekurangan dan kelebihan kita dan lawan kita. Jangan dipaksakan dalam politik, kalau dipaksakan ya kita ancur,” timpal Ajang.

“Kalau parpol kan dinamis. Kalau dengan koalisi Pilpres, ya memang itu harapan kita. Karena kita punya temen-temen yang baik sekali, tidak pernah meninggalkan kita. Kita di DPC Gerindra punya keinginan seperti itu di bawah untuk bareng-bareng (keinginan koalisi Pilpres berlanjut di Pilkada Karawang). Tapi tidak menutup kemungkinan koalisi di luar juga terjadi,” pungkas Ajang.(red)

BACA SEBELUMNYA : Dibalik ‘Desas-desus’ Batalnya Rapat Pleno KPU, Benarkah Gerindra Masih Ada Peluang Duduki Ketua DPRD?

SHARE