‘Ocehan’ Jual Beli Suara Caleg Perindo Berujung Pemanggilan PPK

Ketua KPU Karawang, Miftah Farid saat memberikan keterangan pers.

BaskomNews.com – Dampak dari ‘ocehan’ mantan Caleg DPR RI dari Partai Perindo Karawang berinisial ‘EK’, terkait dugaan jual beli suara dengan cara ‘menyuap’ sejumlah oknum PPK, akhirnya berujung pemanggilan terhadap PPK bersangkutan.

Senin (17/6/2019), KPU Karawang telah melakukan pemanggilan terhadap 12 PPK yang diduga menerima ‘aliran dana haram’ darai mantan Caleg Perindo ‘EK’. Namun sayangnya, hanya 10 PPK yang memenuhi panggilan dari KPU Karawang.

Dari hasil keterangan 10 PPK, KPU Karawang tidak menamfik adanya ‘aliran dana haram’ yang diduga untuk memuluskan praktek jual beli suara mantan Caleg Perindo. Namun menurut KPU, uang haram tersebut sebenarnya sudah dikembalikan.

“Sebetulnya mereka (PPK, red) sudah mengembalikan sesuai dengan apa yang disampaikan pada saat pertemuan pertama dengan pihak terkait. Hal-hal ini yang sebetulnya harus diketahui oleh masyarakat,” kata Ketua KPU Karawang Miftah Farid, saat dimintai keterangan di kantornya.

Setelah mendapatkan keterangan tadi, KPU Karawang pun langsung berangkat ke KPU Jawa Barat untuk memberikan hasil klarifikasi tersebut. “Bahan-bahan tadi, hari ini juga kami akan berangkat ke provinsi. Kami akan sampaikan hasil proses klarifikasi tadi kepada pimpinan di Jawa Barat,” ujar Miftah Farid.

Disinggung soal sering tidak hadirnya komisioner KPU Karawang berinisial AS berkantor ke KPU Karawang yang juga diduga sang penerima dugaan praktek jual beli suara tersebut, Miftah Farid menjelaskan, bahwa dari informasi yang didapatkannya, yang bersangkutan sedang dalam kondisi yang tidak sehat.

“Yang bersangkutan memang belakangan ini yang saya tahu dari informasi rekan-rekan di luaran, kondisi kesehatannya sedang apa tidak fit (kurang sehat). Jadi mungkin dengan hal-hal demikian memang agak kurang seperti kami yang setiap hari stand by di kantor,” katanya.

Dikatakan Miftah Farid, sampai saat ini pihaknya masih harus menunggu kebijakan atau putusan dari KPU Jawa Barat terkait persoalan ini. “Ia makanya informasi yang tadi kami dapatkan di forum klarifikasi ini akan kami bawa ke tingkatan pimpinan Jawa Barat, dibahas di sana. Sehingga nanti solusi ataupun penanganannya seperti apa itu akan dibahas bersama,” timpal Miftah Farid, seraya mengaku jangan sampai kejadian ini terulang di Pilkada Karawang tahun 2020 mendatang.

Sebelumnya diberitakan, Caleg DPR RI dari Partai Perindo berinisial ‘EK’ blak-blakan kepada wartawan, jika dirinya kecewa terhadap sejumlah PPK yang menjanjikan perolehan suara di Pileg 2019. Padahal dirinya mengaku sudah memberikan sejumlah uang sampai puluhan juta rupiah. Namun hasil suara pencalegannya tetap saja ‘jeblok’.(zay)

SHARE