Desak-desakan Antrian PPDB di SMAN 1 Karawang

Orangtua siswa terlihat berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor antrian di PPDB SMAN 1 Karawang, Senin (17/6/2019).

BaskomNews.com – Pemandangan kurang sedap nampak saat panitia penyelenggara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 1 Karawang membagikan nomor antrian pada calon peserta PPDB, Senin (17/6/19).

Terlihat orang tua calon peserta berdesak-desakan demi mendapatkan nomor antrian. Hal tersebut tentu menjadi hal yang tabu serta terciptanya potret penyelenggaraan PPDB yang terkesan kurang siap.

Beberapa masyarakat yang saat itu tengah mendaftarkan putra-putrinya mengeluhkan atas kejadian itu. Menurut beberapa keterangan orangrtua, kejadian tersebut terjadi bukan hanya terjadi di SMAN 1 Karawang, melainkan terjadi di sekolah lainnya.

Menyikapi fenomena ini, BaskomNews.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepsek SMAN 1 Karawang untuk dimintai tanggapannya. Namun setelah menunggu beberapa lama di ruangannya, sang kepsek masih belum bisa dimintai keterangan dengan alasan sedang tidak ada di ruangan.

Sementara itu diketahui, Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) telah dibuka pada tanggal 17 Juni sampai 22 juni 2019.

Sebelumnya diberitakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang tertuang dalam Peraturan Mendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB mengenai sistem zonasi akan semakin ketat.

Sistem zonasi PPDB tersebut bertujuan guna mempercepat layanan dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia dengan cara mendekatkan jarak tempuh siswa atau siswi menuju sekolahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Dadan Sugardan mengatakan, sesuai dengan Keputusan Bupati Nomor 420/Kep.348.-HUK/2019 tentang PPDB SD/MI, SMP/MTs, Paket A dan B di Kabupaten Karawang tahun pelajaran 2019/2020 menggunakan sebanyak empat jalur.

Ke satu jalur zonasi, dimana sebanyak 80% kuota peserta didik yang lebih di prioritaskan itu siswa atau siswi yang memang berasal dari lingkungan sekitar sekolahnya.

Ke dua jalur bagi siswa atau siswi yang tidak mampu, Pemkab Karawang menyediakan kuota sebanyak 10%. “Diantaranya adalah mereka tercatat sebagai penerima KIP, terus tercatat dari keluarga PKH, tercatat dalam data base Dinas Sosial,” jelas Dadan.

Ke tiga jalur bagi siswa atau siswi pendatang yang bersekolah di luar zonasi yang sudah di tentukan yaitu sebanyak 5%. “Ada lagi jalur luar daerah itu 5%, artinya perpindahan orang tua atau perpindahan penduduk,” ujar Dadan.

Ke empat jalur siswa atau siswi berprestasi, Pemkab Karawang pun menyiapkan kuota sebanyak 5%. “Yang terakhir 5% untuk anak-anak yang berprestasi. Artinya ada 4 jalur yang dilakukan di PPDB Kabupaten Karawang,” pungkas Dadan. (iq/zay)

SHARE