Gegara Perhiasan Emas, Nenek 80 Tahun di Karawang Tewas Dibunuh Mengenaskan

TKP rumah korban dipasang garis polisi.

BaskomNews.com – Awis (80), seorang nenek yang hidup sebatang kara tewas dibunuh. Saat ditemukan di rumahnya di Dusun Nyangkokot RT 07/04 Desa Wanasari Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang pada Sabtu siang (15/6/2019), jasad korban terlihat mengenaskan.

Kuat dugaan korban merupakan korban pembunuhan. Karena saat ditemukan terdapat sejumlah luka di bagian leher dan perut korban.

Korban ditemukan oleh salah satu warga yang ingin mengantarkan makanan kepada si nenek. Saat itu warga sudah melihat kondisi korban dalam keadaan tewas, sehingga warga langsung melaporkan ke pihak kepolisian setempat.

“Saya rutin mengirim sarapan. Tapi waktu saya masuk ke rumah, Mak Awis sudah tergeletak di lantai. Tubuhnya ditutupi kain seprai dengan darah yang tergenang di mana-mana,” kata Sumini (43), kerabat korban.

Sementara itu, petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian langsung memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di lokasi kejadian petugas mengamankan barang bukti berupa sebuah gunting yang diduga di jadikan sebagai alat untuk mengabisi nyawa korban.

“Kini jasad korban berada di RSUD Karawang untuk dilakukan autopsy. Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Teluk Jambe Barat dan Polres Karawang,” tutur Ipda Andi Sabri, Kanit Reskrim Polsek Teluk Jambe Barat.

Polisi menduga kuat ada motif perampokan dalam pembunuhan keji tersebut. Sebab, perhiasan korban ditemukan raib. Dalam olah TKP pagi itu, polisi juga menemukan dua dompet perhiasan milik korban sudah kosong.

“Korban dikenal punya perhiasan emas yang lumayan. Korban kerap menabung uang pemberian kerabat-kerabatnya untuk membeli perhiasan,” kata Kapolsek Telukjambe Barat, Iptu Hasanuddin Bahar.

Kapolsek memprediksi pembunuhan terjadi antara pukul 23.00 hingga 04.00 WIB. Sebab, saat mengecek TKP pada Sabtu pagi, Iptu Hasanuddin melihat darah yang tergenang di sekitar tubuh korban sudah menghitam dan dikerubuti semut. “Kalau darah sudah begitu artinya sudah lewat beberapa jam,” terangnya.

Hasanuddin menuturkan, korban kemungkinan dihabisi dengan keji. Hasanuddin menemukan tiga luka menganga di tubuh korban. “Kita temukan dua luka di leher dan satu di ulu hati korban,” ucap Hasanuddin.

Kemungkinan besar, sambung kapolsek, korban ditusuk menggunakan sebilah gunting. Sebab, kepolisian menemukan gunting di dekat mayat korban. “Diduga kuat korban ditusuk menggunakan gunting, masih kami cek,” tandasnya.(red)

SHARE