‘Bukan Pemimpin Kaleng-kaleng’, Lebih Dekat Mengenal Sosok Kang Jimmy!

oleh -
H. Ahmad Zamakhsyari alias Kang Jimmy.

TERLAHIR di Dusun Pulogadung, Desa Pulosari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, tepatnya pada 13 Juni 1976, pria yang memiliki nama lengkap H. Ahmad Zamakhsyari, S.Ag ini dikenal sebagai tokoh pemimpin muda Karawang yang dikenal luwes, tegas, mudah bergaul serta berkarakter.

Riwayat ‘Jimmy Kecil’ Menurut Kakak Kandungnya?

Perjalanan karir politiknya semenjak terpilih sebagai Anggota DPRD Karawang dari Fraksi PKB selama dua periode (tahun 2009-2014, tahun 2014-2015) telah berhasil menghantarkannya sebagai orang nomor dua di Karawang (Wakil Bupati Karawang).

Terlahir dari ‘gen’ seorang Kiyai Nahdatul Ulama tulen, yaitu almarhum KH. Hasan Bisri Syafe’i , kisah hidup ‘Jimmy kecil’ sempat diulas oleh kakaknya KH. Ahmad Ruhyat Hasbi (Ketua PCNU Karawang) di kesempatan perayaan hari jadinya ke 43 tahun, di kediamannya di Dusun Poponcol, pada Rabu malam (12/6/2019).

Foto kenangan Kang Jimmy bersama almarhum ayahandanya KH. Hasan Bisri Syafe;’i dan kakaknya KH. Ahmad Ruhyat Hasbi.

Meskipun terlahir dari ‘gen’ seorang kiyai (dijelaskan KH. Ahmad Ruhyat Hasbi), ‘Jimmy kecil’ sudah menunjukan ketertarikan terhadap dunia politik. Karena saat berusia sekitar 5 tahun, ‘Jimmy Kecil’ sering mengikuti kegiatan kampanye politik ayahandanya (almarhum KH. Hasan Bisri Syafe’i), saat ayahandanya masih aktif di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), saat itu belum lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Jadi Kang Jimmy ini dulu waktu kecilnya, kalau Abah (almarhum KH. Hasan Bisri Syafe’i) lagi kampanye, dia suka sekali mengacunhkan jari telunjuknya sambil ngomong Bah.. Bah.. Bah! Maksudnya Ka’bah yang jadi simbol atau lambang PPP,” tutur KH. Ahmad Ruhyat Hasbi.

Sehingga pada saat masa remajanya, sebenarnya Kang Jimmy ‘agak menolak’ dengan saran dari almarhum ayahandanya untuk melanjutkan pendidikan umum dan pendidikan agama di Pondok Pesantren Cipasung. Alasan sederhananya, karena saat itu hobi dan ketertarikannya terhadap dunia sepak bola menghantarkan cita-citanya untuk bersekolah sepak bola, supaya nanti ‘gede’ bisa menjadi pemain sepak bola profesional.

Namun begitulah kisah Kang Jimmy saat remaja. Seberapa kuatpun keinginannya untuk menjadi pemain sepak bola handal, namun Allah SWT yang kini mentakdirkannya sebagai politisi telah memberikan ‘jalan ibadah’ di jalur yang lain. Kisah hidupnya untuk terus mengabdi kepada masyarakat dilakoninya melalui jalur politik. Sementara kakaknya KH. Ahmad Ruhyat Hasbi lebih fokus mengurus dakwah islam, mengurus Pondok Pesantren Attarbiyyah warisan sang ayahanda dan menjabat sebagai Ketua PCNU Karawang.

Kang Jimmy ‘Bukan Pemimpin Kaleng-Kaleng?’

Selama mondok di Ponpes Cipasung dan menjadi mahasiswa di Institute Agama Islam Cipasung, karakter kepemimpinan ‘Jimmy Muda’ memang mulai terbentuk. Dari mulai gaya bicaranya yang tegas saat berorasi sampai dengan pemahamannya dalam menyelesaikan beragam persoalan, semuanya telah menunjukan bahwa “Kang Jimmy bukan sekedar pemimpin kaleng-kaleng’, atau pemimpin biasa yang tidak memiliki latar belakang sejarah kepemimpinan.

Sehingga ketertarikannya dalam ‘dunia pergerakan mahasiswa’ saat itu, telah menghantarkan Kang Jimmy untuk memimpin beberapa organisasi pergerakan mahasiswa. Yaitu seperti menjadi Ketua Senat Mahasiswa Institut Agama Islam Cipasung, dibarengi dengan melakoni sebagai aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cipasung.

Momentum Kang Jimmy saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya.

Sejarah hidup kepemimpinan Kang Jimmy terlihat jelas. Terlebih, mantan aktivis PMII Cipasung ini juga sempat terlibat langsung dalam beberapa insiden kerusuhan aksi mahasiswa pada tahun 1998. Kisah hidup pergerakannya di dunia mahasiswa masih membekas sampai saat ini. Dan Gus Muwafiq (KH. Ahmad Muwafiq/Kiyai Nahdatul Ulama populer saat ini) menjadi saksi sejarah, bahwa ‘Jimmy Remaja’ sudah memiliki genetik kepemimpinan yang jelas.

Momentum Kang Jimmy bersama Gus Muwafiq.

Karakter ‘Goreng Bacot Hade Congcot’ Kang Jimmy!

Setelah menyelesaikan pendidikan umum dan pendidikan agama di Ponpes Cipasung Tasikmalaya, Jimmy Remaja juga sempat melanjutkan pendidikan agamanya di Ponpes Cikaroya Sukabumi.

Selesai merantau pendidikan di luar tanah kelahirannya (Karawang, red), Jimmy Remaja mulai kembali ke Kota Pangkal Perjuangan untuk meneruskan sejarah kepemimpinannya. Sempat dipercaya menjabat sebagai Bendahara PC GP Ansor Karawang (dua periode) dan Wakil Ketua Garda Bangsa Kabupaten Karawang, kini Jimmy Remaja beranjak menjadi Jimmy Dewasa yang bermetamorfosa menjadi seorang politisi yang sering menjadi perbincangan publik Karawang, karena ide serta gagasannya tentang ke-Karawangan yang dianggap tidak pernah terpikirkan oleh politisi kebanyakan lainnya.

Kang Jimmy juga dikenal sebagai politisi yang menyukai lagu-lagunya Iwan Fals.

Jika belum pernah bertemu langsung dan berdiskusi atau sekedar ‘ngopi bareng’ dengan Kang Jimmy, sepertinya jangan sekali-kali anda menyimpulkan bahwa Jimmy adalah ‘A’ atau ‘B’. Kenapa?

Karena karakter ke-Karawangannya yang kuat sering menjadikan orang salah memberikan persepsi tentang siapa sebenarnya Kang Jimmy. Istilah ‘Goreng Bacot Hade Congcot’ sudah tidak asing lagi melekat pada diri Kang Jimmy.

Namun justru bagi para sahabat-sahabatnya yang sudah mengenal dekat, karakter ke-Karawangan ini menjadi kelebihan Kang Jimmy. Karakter yang tidak pernah dibuat-buat (alamiah) justru menjadikan sosok Ketua DPC PKB Karawang ini semakin memiliki banyak sodara, sahabat serta relawan.

Siapa yang tidak mengenal Kang Jimmy di Karawang?. Dari mulai aktivis, penggiat sosial, wartawan, pejabat sampai dengan masyarakat umum lainnya sudah mengenal sosok politisi muda yang memiliki niatan untuk mencalonkan Bupati Karawang di Pilkada Tahun 2021 ini.

Bagi para sahabat dekatnya, mereka sudah paham kapan ketika Kang Jimmy berkata kasar dan kapan Kang Jimmy berkata lembut. Karena sebenarnya, Kang Jimmy hanya akan berkata kasar pada saat ‘ada kesalahan’ yang cukup susah untuk diluruskan. Jauh dari benak hati kecilnya, Kang Jimmy merupakan sosok pemimpin yang mudah menangis saat disentuh qolbu-nya.

Yatim Piatu Adalah Sahabatnya, Puasa Adalah Senjata Kehidupannya dan Keluarga Adalah Kebanggaannya!

Pertama, selain memelihara banyak kucing di rumahnya yang diyakininya sebagai hewan kesayangan Rasulullah SAW, anak yatim piatu juga sudah menjadi ciri khas sahabat di dalam kehidupannya. Dalam setiap kesempatan, Kang Jimmy selalu berkata ; “Jangan hanya sekedar menyantuni anak yatim, tetapi juga membebaskan penderitaanya”.

Momentum istri Kang Jimmy (Hj. Ida Zamakhsyari) saat mengajak 45 anak yatim piatu untuk berbelanja baju lebaran di Mal KCP Karawang.

Kalimat ini sering sekali keluar dari ucapan Kang Jimmy kepada orang-orang terdekatnya. Karena baginya, anak yatim piatu bukan hanya sekedar merupakan sahabat Rasulullah SAW. Lebih dari itu, anak yatim piatu merupakan salah satu faktor sumber kesuksesan di dalam perjalanan hidup bersama keluarganya.

Kedua, bukan hanya saja puasa wajib di bulan suci ramadhan. Puasa-puasa sunah seperti puasa syawal, puasa mulud sampai beberapa puasa sunah lainnya tidak pernah dilewati Kang Jimmy. Karena baginya, puasa bukan hanya sekedar menjalankan kewajiban dan memperbanyak ibadah sunah, melainkan juga senjata kehidupan, agar terhindari dari perkara-perkara dzolim yang datangnya dari diri pribadi maupun dari luar.

Ketiga, Kang Jimmy hanyalah manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan dan kebosanan dalam menjalani kehidupan. Ketika rasa bosan itu datang, hanya ada 3 jenis hiburan Kang Jimmy. Yaitu berkumpul dengan istri dan anak-anak tercintanya, bermain sepak bola yang sudah menjadi hobinya sejak kecil, atau hanya sekedar main PlayStation Game Sepak Bola untuk sekedar menghilangkan kejenuhan.

Kang Jimmy bersama keluarga besarnya.

Sosok Kang Jimmy yang sederhana dan pemimpin yang terlahir sebagai anak desa, terkadang membuat orang geleng-geleng kepala sambil berkata ; “Kenapa seorang politisi dan pejabat seperti Kang Jimmy, hiburannya tidak seperti politisi atau pejabat pada keumumam yang lebih dominan berbau kemewahan”.

Mengingat kesederhanaan gaya hidup Kang Jimmy ini, kita kembali diingatkan dengan pernyataan kakak kandungnya KH. Ahmad Ruhyat Hasbi saat kesempatan Milad Kang Jimmy ke 43 tahun. Katanya : Kang Jimmy merupakan sosok pemimpin yang ‘gampang diamprokan’ (gampang ditemui). Pemimpin yang tegas dan keras, namun hatinya mudah tersentuh. Kemudian, tubuhnya tidak pernah tersentuh alkohol atau minuman keras. Dan kecintaannya terhadap anak yatim piatu sudah tidak pernah diragukan lagi.

2021 OTW Bupati Karawang?

Saat ini Kang Jimmy masih menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang mendampingi Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana. Namun di Pilkada Karawang Tahun 2021 mendatang, Kang Jimmy memiliki niat untuk mencalonkan sebagai Bupati Karawang (On The Way Bupati Karawang).

Bagi Kang Jimmy, pada umumnya tujuan berpolitik adalah ‘kekuasaan’. Sehingga setiap politisi (terlebih ketua partai politik) pasti memiliki keinginan atau cita-cita menjadi ‘penguasa tertinggi’. Jika skala kabupaten, maka tujuan seorang politisi adalah menjadi Bupati Karawang sebagai jabatan kekuasaan tertinggi.

Kang Jimmy saat bersama Relawan Milenial Geulis.

Kang Jimmy selalu berkata jika dirinya tidak ingin disebut sebagai ‘Politisi Munafik’ yang sering bersembunyi dibalik kalimat-kalimat bijak, namun pada akhirnya memiliki hasrat tinggi untuk menjadi seorang penguasa. Baginya, politik adalah seni untuk bagaimana mensejahterakan kehidupan masyarakat melalui jalur-jalur kebijakan yang akan dibuat.

“Sudah menjadi hukum alam ; tujuan bertani adalah supaya menghasilkan tanaman yang bagus, menjadi nelayan supaya mendapatkan ikan yang banyak, menjadi kiyai atau ustadz supaya mendakwahkan islam yang rahmatanlil’alamin, menjadi guru supaya bisa mendidik generasi penerus bangsa, dan menjadi politisi adalah untuk merebut kekuasaan, sebagai jalan melahirkan kebijakan-kebijakan pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat,” tutur Kang Jimmy.

Pemberantasan Bank Emok atau Koperasi Berkedok Rentenir menjadi salah satu fokus program Kang Jimmy melalui pinjaman lunak usaha kecil masyarakat.

Menurut Kang Jimmy, dari 38 Bupati Karawang yang pernah menjabat, semuanya merupakan pemimpin yang BUKAN asli kelahiran dari tanah Karawang. Hanya ada satu Bupati Karawang ‘Asli Karawang’, yaitu Almahrum H. Ahmad Dadang (Semoga Allah Ta’ala menempatkan almarhum di surga-Nya, aamiin). Sehingga apa salahnya, jika tahun 2021 Karawang dipimpin oleh ‘Urang Asli Karawang’ yang lebih memahami seluk-beluk isi perut Karawang.

Inilah 15 alasan kenapa masyarakat Karawang menyukai gaya kepemimpinan Kang Jimmy.

Bagi Kang Jimmy, Karawang sebagai Kota Lumpung Padi yang mulai bermetamorfosa menjadi Kota Industri ibarat Kapal Titanic yang besar. Kapal besar yang di dalamnya terdapat beragam jenis karakter masyarakat dengan beragam persoalan yang komplek.

Jika Karawang tidak dinahkodai oleh orang yang tepat, orang yang memahami betul karakter dan isi perut Karawang, maka bersiaplah menghantam gletser atau bongkahan es besar yang mengahalami lautan. Maka bersiaplah untuk tenggelam dalam ketidaksiapan menghadapi beraham persoalan pembangunan Karawang yang semakin kompleks.

“Bagi saya di usia 43 tahun ini, menjadi Bupati Karawang cukup satu periode saja (5 tahun kepemimpinan). Karena melihat potensi Karawang saat ini, insya Allah saya sanggup menyelesaikan persoalan krusial Karawang hanya dalam jangka waktu tiga tahun saja,” kata Kang Jimmy.***

Dirilis ;

Relawan Milenial Kang Jimmy

Barisan Muda Kang Jimmy (BMKJ)