Sidang Perdana, 3 Emak-emak PEPES Tak Didampingi Kuasa Hukum

Susana di persidangan Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (16/5/2019).

BaskomNews.com – Sidang perdana kasus video kampanye hitam kepada Capres Jokowi atas terdakwa 3 Emak-emak PEPES digelar di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (16/5/2019).

Namun sayangnya, ketiga terdakwa yakni Engqay Sugiarti (39), Ika Peranika (36) dan Citra Widianingsih (38) tidak didampingi oleh kuasa hukum. Persidangan sendiri dimulai pukul 14.30 WIB.

Agenda sidang perdana ini membacakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Agenda sidang perdana ini pembacaan dakwaan oleh JPU,” kata JPU Donal Situmorang,  dalam persidangan.

Dalam pembacaan dakwaan JPU  di depan Hakim menjelaskan, 3 terdakwa emak-emak ini merupakan buntut kasus  video kampenye hitam yang dilakukan kepada Jokowi.

Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam video tersebut. Engkay Sugiarti dan Ika  Pernika terlihat dalam video mengeluarkan kata-kata ‘jika nanti Jokowi terpilih maka tidak ada adzan, perempuan dilarang memakai kerudung, dan individu masyarakat diperbolehkan menikah sesama jenis’.

Kampanye hitam yang direkam dan sempat viral ini dilakukan di depan seorang kakek yang berdiri di depan pintu rumahnya. Sementara terdakwa Citra Widianingsih berperan melakukan perekaman dan mengunggah ke media sosial dengan akun miliknya @citrawida5, sehingga beredar dimedia sosial twitter dan facebook.

Ketiga terdakwa dikenakan Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan/atau pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana terancam hukuman 7 tahun penjara.

Hingga pembacaan dakwaan usai, kuasa hukum ketiga emak-emak tidak hadir. Hingga akhirnya Hakim Elvina mengetuk palu menunda persidangan dan akan dilanjutkan pada Kamis minggu depan (22/5/2019).

“Tidak tahu alasan kuasa hukum terdakwa tidak hadir, namun sebelumnya sempat akan hadir, sehingga sidang ditunda” kata Donald, usai persidangan.(red)

SHARE