Sidang Kasus Pemda II, Kuasa Hukum Ingin Buktikan Perhitungan 3 Miliar, Tapi JPU Tolak Eksepsi!

Suasana sidang kasus pencurian aset Pemda II di kantor Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (14/5/2019).

BaskomNews.com – Sidang lanjutan kasus pencurian aset Pemda II kembali digelar di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (14/5/2019).

Dalam agenda sidang ketiga ini, tim kuasa hukum terdakwa meminta agar adanya perhitungan atau audit kerugian 3 miliar. Namun permintaan yang tertuang dalam eksepsi pada persidangan tersebut ditolak oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tim kuasa hukum terdakwa, Alex Safri Winando, SH, MH, setelah sidang mengatakan, JPU keberatan dengan eksepsi pihaknya.

“Putusan sela hari Rabu tanggal 23 Mei 2019 nanti, kita kembalikan ke Majelis Hakim apakah dakwaan itu diterima atau tidak. Yang jelas kami tidak terima dengan dakwaan JPU yang menyatakan kerugian Rp 3 miliar, harus dibuktikan. Rp 3 milyar itu berapa barang yang hilang, berapa jumlahnya, sehingga dijumlahkan sebesar Rp 3 miliar,” tuturnya, kepada awak media.

Pria yang akrab disapa Roby ini menjelaskan, di dalam dakwaan JPU kemarin, bahwa asumsi JPU tidak mengurai berapa banyak barang yang hilang dan berapa banyak jumlahnya, sehingga ditotalkan sebesar Rp 3 miliar.

“Kalau menurut kami, dalam eksepsi kami kemarin, bahwa Rp 3 miliar itu tidak jelas, bahwa siapa yang mengambil Rp 3 miliar itu. Sedangkan terdakwa sendiri tidak mengambil dengan jumlah Rp 3 miliar,” ucapnya.

Kalau yang merusak instalasi AC itu, sambung Roby, pada bulan Januari para terdakwa datang ke Pemda untuk menjelaskan bahwa kondisi AC memang sudah dalam keadaan rusak sebelumnya.

“Ini sudah upaya hukum, dan minggu depan sudah pokok perkara. Kalau pendapat kami selaku kuasa hukum, itu tidak mungkin klien kami mencuri senilai Rp 3 miliar. Karena barangnya masih terpasang sebagian. Kalau JPU terbukti dipotong-potong berarti bukan Rp 3 miliar, kan masih ada sisa,” tuturnya.

“Kita tinggal menunggu saja putusan ini, apakah terbukti atau tidak. Dalam dakwaan ini, jika tidak terbukti, kami berpikir ada indikasi korupsi. Kami yakin klien kami bebas,” pungkasnya.(Iq)

BACA SEBELUMNYA : Tanggapi Kasus Pemda II, Jimmy ; Jangan Cari Pembenaran dengan Korbankan Orang Kecil, ‘DZOLIM’ itu!

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here