Viral Hilangnya Dokumen Rekap C1 di TPS 24 Karawang Kulon, PPK dan KPU Jelaskan ‘Human Eror’

BaskomNews.com – Terkait viral hilangnya dokumen rekap C1 di TPS 24 Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang Jawa Barat, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menyatakan jika persoalan tersebut merupakan bentuk ‘Human Eror’.

Pasalnya, ketika dilakukan penelusuran, dokumen rekap C1 tersebut masih berada di Kelurahan Karawang Kulon, sedangkan kotak suara berada di kecamatan.

Ketua PPK Karawang Kulon Nana Sumarna menjelaskan, bahwa tidak adanya dokumen C1 di dalam kotak suara pada saat akan dilakukan Rapat Pleno dikarenakan terjadinya Human Eror. “Itu mungkin human eror, konfirmasi saja kepada ketua KPU,  mohon maaf ya,” katanya, kepada BaskomNews.com, Selasa (23/4/2019).

Kemudian ketika di konfirmasi, Ketua KPU Karawang Miftah Farid menjelaskan, setelah dilakukan penelusuran, ternyata dokumen itu ada di kantor kelurahan dan masih tersegel dalam sampul. “Dokumen masih tersegel dalam sampul, ternyata setelah ditelusuri tertinggal di kantor kelurahan,” kata Miftah Farid.

Kemudian kata Farid, dokumen tersebut oleh rekan-rekan PPS dan PPK serta ditemani oleh Panwascam, juga para saksi calon dibawa ke kecamatan dan disampaikan dalam bentuk pleno.

“Yang terpenting ketika disampaikan data yang dipegang oleh Panwascam, para saksi calon dan yang ada di dokumen tersebut angkanya sama, untuk jenis PPWP yaitu pilpres datanya sama.  Artinya, kecocokan data tersebut menjadi informasi yang baik untuk kita sampaikan kepada masyarakat, karena tidak ada jenis dokumen yang hilang, paling tidak sudah ditemukan dan sudah diplenokan dan datanya sama,” timpal Farid.

Ketika ditanya kenapa data tersebut bisa terpisah dan berada di luar kotak suara, Miftah Farid kembali menjelaskan, ternyata ketika ditelusuri ada kelalaian dari petugas KPPS yang seharusnya dokumen tersebut masuk kotak, namun tidak masuk kotak.

“Itu hal yang memang secara teknis di luar kontrol di tengah petugas KPPS yang sudah lelah, sehingga tidak fokus di sana. Yang terpenting ketika disamakan antara saksi dan Panwascam data cocok, tidak ada pengurangan dan penambahan,” terangnya.

Atas persoalan ini,  Miftah Farid menegaskan bahwa proses ini akan ditindaklanjuti secara administrasi. Yaitu dimana Bawaslu akan melakukan penelusuran. Karena ditegaskan Miftah Farid, persoalan ini merupakan kewenangan Bawaslu untuk menelusuri sejauh mana atau seperti apa proses sesungguhnya yang terjadi di lapangan. “Tapi intinya data-data yang disampaikan dalam pleno tadi semuanya clear,” timpal Miftah Farid.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Karawang Kursin Kurniawan menambahkan, dari kelalaian ini akan ditelusuri lebih lanjut secara prosedural. Karena seharusnya dokumen tersebut seharusnya masuk dalam kotak suara. “Nanti kita akan evaluasi seperti apa kejadiannya,” katanya.

Terkait apakah kejadian ini ada faktor kesengajaan atau kelalaian, Kursin menegaskan jika pihaknya akan menelusuri persoalan ini. “Kita sendiri nunggu laporan hasil pengawasan dari Panwascam, karena kami perlu ada masukan dari Panwascam tentang kronologisnya seperti apa. Kita akan telusuri apakah ada faktor kelalaian atau disengaja,” tegasnya.

Sementara itu, Saksi Capres 02 Muhamad Iqbal menyatakan, data dokumen yang hilang setelah dilakukan Pleno tersebut ternyata hasilnya masih sama dengan data yang dipegang olehnya. Hal senada juga disampaikan oleh Rian, Saksi dari Capres 01.

“Untuk Calon Presiden 02 mendapat suara di TPS 24 Kelurahan Karawang Kulon sebanyak 124 dan Calon Presiden 01 sebanyak 94,” tandasnya.(pls)

Viral Hilangnya Dokumen Rekap C1 di TPS 24 Karawang Kulon, PPK dan KPU Jelaskan ‘Human Eror’

BaskomNews.com – Terkait viral hilangnya dokumen rekap C1 di TPS 24 Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang Jawa Barat, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menyatakan jika persoalan tersebut merupakan bentuk ‘Human Eror’.

Pasalnya, ketika dilakukan penelusuran, dokumen rekap C1 tersebut masih berada di Kelurahan Karawang Kulon, sedangkan kotak suara berada di kecamatan.

Ketua PPK Karawang Kulon Nana Sumarna menjelaskan, bahwa tidak adanya dokumen C1 di dalam kotak suara pada saat akan dilakukan Rapat Pleno dikarenakan terjadinya Human Eror. “Itu mungkin human eror, konfirmasi saja kepada ketua KPU,  mohon maaf ya,” katanya, kepada BaskomNews.com, Selasa (23/4/2019).

Kemudian ketika di konfirmasi, Ketua KPU Karawang Miftah Farid menjelaskan, setelah dilakukan penelusuran, ternyata dokumen itu ada di kantor kelurahan dan masih tersegel dalam sampul. “Dokumen masih tersegel dalam sampul, ternyata setelah ditelusuri tertinggal di kantor kelurahan,” kata Miftah Farid.

Kemudian kata Farid, dokumen tersebut oleh rekan-rekan PPS dan PPK serta ditemani oleh Panwascam, juga para saksi calon dibawa ke kecamatan dan disampaikan dalam bentuk pleno.

“Yang terpenting ketika disampaikan data yang dipegang oleh Panwascam, para saksi calon dan yang ada di dokumen tersebut angkanya sama, untuk jenis PPWP yaitu pilpres datanya sama.  Artinya, kecocokan data tersebut menjadi informasi yang baik untuk kita sampaikan kepada masyarakat, karena tidak ada jenis dokumen yang hilang, paling tidak sudah ditemukan dan sudah diplenokan dan datanya sama,” timpal Farid.

Ketika ditanya kenapa data tersebut bisa terpisah dan berada di luar kotak suara, Miftah Farid kembali menjelaskan, ternyata ketika ditelusuri ada kelalaian dari petugas KPPS yang seharusnya dokumen tersebut masuk kotak, namun tidak masuk kotak.

“Itu hal yang memang secara teknis di luar kontrol di tengah petugas KPPS yang sudah lelah, sehingga tidak fokus di sana. Yang terpenting ketika disamakan antara saksi dan Panwascam data cocok, tidak ada pengurangan dan penambahan,” terangnya.

Atas persoalan ini,  Miftah Farid menegaskan bahwa proses ini akan ditindaklanjuti secara administrasi. Yaitu dimana Bawaslu akan melakukan penelusuran. Karena ditegaskan Miftah Farid, persoalan ini merupakan kewenangan Bawaslu untuk menelusuri sejauh mana atau seperti apa proses sesungguhnya yang terjadi di lapangan. “Tapi intinya data-data yang disampaikan dalam pleno tadi semuanya clear,” timpal Miftah Farid.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Karawang Kursin Kurniawan menambahkan, dari kelalaian ini akan ditelusuri lebih lanjut secara prosedural. Karena seharusnya dokumen tersebut seharusnya masuk dalam kotak suara. “Nanti kita akan evaluasi seperti apa kejadiannya,” katanya.

Terkait apakah kejadian ini ada faktor kesengajaan atau kelalaian, Kursin menegaskan jika pihaknya akan menelusuri persoalan ini. “Kita sendiri nunggu laporan hasil pengawasan dari Panwascam, karena kami perlu ada masukan dari Panwascam tentang kronologisnya seperti apa. Kita akan telusuri apakah ada faktor kelalaian atau disengaja,” tegasnya.

Sementara itu, Saksi Capres 02 Muhamad Iqbal menyatakan, data dokumen yang hilang setelah dilakukan Pleno tersebut ternyata hasilnya masih sama dengan data yang dipegang olehnya. Hal senada juga disampaikan oleh Rian, Saksi dari Capres 01.

“Untuk Calon Presiden 02 mendapat suara di TPS 24 Kelurahan Karawang Kulon sebanyak 124 dan Calon Presiden 01 sebanyak 94,” tandasnya.(pls)

SHARE