Hilangnya Duit PDAM 3,9 Miliar Dilaporkan ke Mabes Polri, Kompak Reformasi Minta Ketua PAN Karawang Dipanggil!

oleh -
Pancajihadi Al Panji, Sekjen LSM Kompak Repormasi, saat menyerahkan berkas laporannya ke staf Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Mabes Polri.

BaskomNews.com – Persoalan penanganan kasus hilangnya duit Rp 3,9 milar PDAM Tirta Tarum Karawang tak kunjung ada kepastian dari Polres Karawang. Hingga akhirnya membuat LSM Kompak Reformasi mendatangi Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Mabes Polri.

Kedatangan Pancajihadi Al Panji, Sekjen LSM Kompak Repormasi ke Mabes Polri ini untuk meminta agar kasus raibnya uang sebesar Rp 3,9 miliar di tubuh PDAM Karawang bisa diawasi dan diambil alih oleh Mabes Polri.

Permintaan LSM Kompak Reformasi untuk diambil alhinya kasus raibnya uang Rp 3,9 miliar di PDAM oleh Mabes Polri ini karena alasan Polres Karawang merupakan forum Muspida, yang dikhwatirkan ada intervensi ‘ewuh-pakewuh’ atau kesungkanan karena alasan rasa saling menghormati antar lembaga.

Menurut Panji, kasus uprating PDAM yang ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Barat saja tidak jelas pangkal ujungnya. Padahal menurutnya, dugaan korupsi dalam kasus uprating sudah sangat jelas bisa dibawa ke ranah pengadilan Tipikor. Terlebih, sudah ada penggwledahan kantor PDAM Tirta Tarum Karawang oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Sehingga dikhwatirkannya, kasus hilangnya duit PDAM Tirta Tarum Karawang ini juga dikhwatirkan akan mengalami hal yang sama. “Biar lebih focus, kami berharap kasus itu ditangani Mabes Polri langsung,” tutur Panji, Kamis (4/4/2019).

Selain menyampaikan secara lisan kepada Mabes Polri, Panji juga mengaku sudah menyampaikan surat yang ditujukan langsung kepala Biro Pengawasn Penyidikan Bareskrim Mabes Polri dengan nomor 19/lsskr/IV/2019 tertanggal 4 April2019.

Dirinya meminta kepada Bareskrim Mabes Polri, jika memang kasus ini diambil alih Bareskrim Mabes Polri, Ia menyampaikan agar ketua DPD PAN Kabupaten Karawang, Bambang Maryono agar dipanggil untuk dimintai keterangan.

Panji menganggap hal tersebut perlu dilakukan, karena Bambang Maryono adalah politisi yang membongkar kasus ini ke media masa. Terlebih Bambang Maryono mengetahui perjalanan kasus ini secara detail. “Dengan dipanggilnya Bambang Maryono bisa memudahkan penanganan kasus ini,” katanya.

“Mudah-mudahan dengan laporan tertulis ini penegak hukum segera memutuskan kasus raibnya uang PDAM sebesar Rp 3,9 miliar dengan segera, tanpa pandang bulu siapa pelakunya dan siapa yang menikmati uang Rp 3,9 miliar itu,” tegas Panji.(pls)

BACA SEBELUMNYA : Update Penanganan Kasus Hilangnya Duit 3,9 Miliar PDAM Karawang