“Jika 3,9 Miliar PDAM Tidak Selesai, Kapolres Bisa Malu”

oleh -
Asep Agustian SH, MH.

“Beliau (AKBP Nuredy, red) yang baru akan malu, kalau tidak bisa menyelesaikan persoalan ini,”

BaskomNews.com – Jika saja persoalan hilangnya duit Rp 3,9 miliar PDAM Tirta Tarum tidak selesai diusut oleh penyidik Polres Karawang di bawah kepemimpinan AKBP Nuredy Irwansyah Putra, Kapolres Karawang diprediksi bakal menanggung rasa malu.

Demikian diungkapkan Pemerhati Hukum dan Pemerintahan Karawang, Asep Agustian SH, MH, saat dimintai tanggapannya terkait perkembangan pengusutan kasus hilangnya duit 3,9 miliar PDAM oleh Penyidik Polres Karawang, Selasa (19/2/2019).

Dikatakan Askun (sapaan akrab), Kapolres Karawang saat ini memiliki ‘PR’ besar untuk bisa menyelesaikan perkara hilangnya uang PDAM sebesar Rp 3,9 miliar yang diistilahkannya ‘hilang dimakan tuyul berdasi’.

Karena di sisi lain, sambung Askun, sudah terdengar ‘obrolan warung kopi’ yang melempar isu pembicaraan bahwa kasus PDAM ini diduga hanya jadi bahan mainan oknum penegak hukum.

Namun demikian,  praktisi hukum asal Karawang ini meyakini, bahwa proses hukum atas persoalan PDAM Karawang akan terbongkar satu persatu, baik kasus uprating yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, maupun persoalan raibnya uang 3,9 miliar PDAM yang dibawa dimakan tuyul-tuyul berdasi.

“Kasus PDAM ada dua persoalan, kasus uprating dan uang yang dibawa tuyul berdasi sebesar 3,9 miliar. Menurut saya penanganan perkara ini memang memakan waktu lama, tapi saya yakin ini akan selesai,” tutur Askun.

Kembali ditegaskan Askun, tugas Kapolres Karawang yang baru kali ini memang cukup berat, karena baru saja dilantik langsung dihadapkan dengan persoalan besar Karawang yang selama ini tak kunjung selesai. Namun lagi-lagi Askun meyakini, jika AKBP Nuredy Irwansyah Putra merupakan sosok kapolres yang cerdik dengan track racord-nya yang selama ini dikenal bisa menyelesaikan kasus-kasus besar dimana kapolres bertugas sebelumnya.

Namun disindir Askun, jika saja AKBP Nuredy Irwansyah Putra tidak bisa menyelesaikan persoalan raibnya uang 3,9 miliar PDAM, maka Kapolres Karawang bisa menanggung rasa malu kepada masyarakat. “Beliau (AKBP Nuredy, red) yang baru akan malu, kalau tidak bisa menyelesaikan persoalan ini,” kata Askun.

Selain dari pada itu, Askun juga meminta penyidik Kejati Jabar untuk segera menyelesaikan perkara PDAM yang lain, yaitu kasus uprating PDAM yang sudah lama ditunggu masyarakat Karawang tentang hasil penyidikannya.

“Secepatnya Kejati harus ekspose kasus uprating PDAM. Karena kalau tidak, maka isu di masyarakat tentang adanya dugaan permainan oknum penegak hukum di dalam kasus ini akan terus menggelinding. Sehingga nama baik penegak hukum bisa tercoreng,” kata Askun.

Selebihnya, Askun juga memberikan peringatan kepada para oknum pejabat Karawang yang diduga terlibat menerima aliran dana 3,9 miliar PDAM di dalam kasus ini. “Bagi mereka (oknum pejabat), siap-siap saja. Siap-siap untuk H2C (Harap Harap Cemas),” tandas Askun.(pls)