Gegara Media Sosial Remaja Bekasi Meregang Nyawa, Ini Penyebabnya

Para pelaku penganiayaan pelajar di Bekasi.

“Pada minggu dini hari korban dan kelompoknya mengajak tawuran pelaku beserta kelompoknya atas nama Dion melalui Instagram,”

BaskomNews.com – “Hati-hati saat menggunakan media sosial”, mungkin itulah istilah yang tepat disematkan bagi para remaja masa kini. Seperti yang dialami seorang pelajar Kota Bekasi berinisial MAS (17), yang meregang nyawa akibat menggunakan sosial media pribadinya.

Diketahui pada Minggu (10/02/19) tepat pukul 00.00 WIB, korban beserta kelompoknya mengolok-ngolok dan menantang salah seorang pelaku dengan nama akun sosial media Instagram ‘Dion’.

Pelaku yang merasa tidak senang dengan perkataan korban, melaporkan hal tersebut kepada teman-teman tongkrongannya di pinggiran kali Kampung Buaran, Harapan Mulya, Kota Bekasi.

“Pada minggu dini hari korban dan kelompoknya mengajak tawuran pelaku beserta kelompoknya atas nama ‘Dion’ melalui Instagram. Kemudian ‘Dion’ mengadukan hal tersebut kepada teman-temannya yang tengah nongkrong,” kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana kepada wartawan, Senin (11/02/19).

Karena merasa di tantang dan tidak terima, lanjut Wakapolres, pelaku langsung mengiyakan ajakan korban, dan menetukan tempat serta waktu untuk melakukan duel jalanan.

“Setelah kedua belah pihak setuju, kelompok pelaku yang berjumlah 15 orang dengan mengendarai 7 unit sepeda motor dengan membawa senjata tajam, bambu dan stik golf langsung menuju Jembatan Rawa Bambu, Harapan Jaya, Bekasi Utara,” paparnya.

“Sesampainya di-TKP para jagoan nanggung tersebut langsung baku hantam. Namun, kelompok korban yang sudah dibuat kewalahan mencoba mundur karena serangan mendadak dari kelompok pelaku,” lanjut Wakapolres.

Saat kelompok korban mencoba mundur, ternyata korban masih tertinggal. Dan pada saat itulah korban dibacok dengan senjata tajam jenis celurit sebanyak 1 kali oleh SR (16) dibagian tangan dan juga punggung, lalu dilanjut oleh IN (16) membacok punggungnya.

Kemudian korban dipukul menggunakan stik golf dua kali di bagian punggungnya hingga patah, lalu dihantam dengan sebilah bambu oleh MI (21) sebanyak dua kali, dilanjut oleh JP (15) dengan tebasan celuritnya juga di punggung korban.

Tak sampai disitu, kembali ditengakan AKBP Eka Mulyana, korban juga ditabrak menggunakan sepeda motor oleh RNF (15) hingga harus terjatuh dan tersungkur, kemudian korban diseret layaknya buruan yang tak berdaya. Melihat korban sudah hampir meregang nyawa ditempat. Kelompok pelaku kemudian melarikan diri.

“Dari tangan para pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 bilah senjata tajam jenis celurit, 1 buah stik golf dengan keadaan patah, 2 kantong plastik pakaian, 1 batang bambu, dan 1 unit sepeda motor jenis Yamaha Mio J dengan nomor polisi B 6481 KXC,” tandasnya.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, terhadap para tersangka yang telah melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan matinya seseorang sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 170 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” timpal AKBP Eka Mulyana. (cid)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here