Yogie Bakal Jadi Saksi Kunci, BARAK Indonesia Yakin Ada Kaitan Antara Uprating PDAM dengan 3,9 Miliar

Ketua Umum BARAK Indonesia, D. Sutedjo M.S (kiri) dan Mantan Dirut PDAM Tirta Tarum Karawang, Yogie Patriana Alsyah (kanan).

“Dari mana saya meyakini adanya hubungan antara uprating dengan 3,9 miliar, ya dari sana. Karena sebelum Yogie diperiksa penyidik Polres, sebelumnya Yogie juga pernah diperiksa oleh penyidik Kejati Jabar pada November 2018 lalu,”

BaskomNews.com – Mantan Dirut PDAM Tirta Tarum Karawang, Yogie Patriana Alsyah akan menjadi saksi kunci dalam pengusutan kasus uprating PDAM Cabang Telukjambe maupun hilangnya duit Rp 3,9 miliar PDAM Tirta Tarum Karawang. Hal ini menyusul adanya kabar Yogie yang sudah diperiksa oleh Penyidik Kejati Jabar pada November 2018 lalu, sebelum diperiksa penyidik Polres Karawang pada Jumat (8/2/2019).

Demikian diungkapkan Ketua Umum BARAK Indonesia, D. Sutedjo M.S, kepada BaskomNews.com, Minggu (10/2/2019).

BACA SEBELUMNYA : Inilah Babak Baru DUgaan Korupsi Uprating PDAM Karawang

Berkaitan dengan uprating PDAM, kata Sutedjo, Yogie sendiri diperiksa Kejati Jabar karena kaitannya yang menyetujui proyek uprating PDAM Telukjambe Rp 4,95 miliar tanpa terlebih dahulu dilakukan studi kelayakan. Sehingga persoalan ini akhirnya ditemukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Kedua, sambung Sutedjo, proyek uprating PDAM pada 2015 lalu ini dianggap bermasalah karena proses pengadaan barang/jasa dianggap telah melanggar aturan Direksi Nomor 690/PER.137A/2012 dengan tidak menunjuk unsur (konsultan) dari luar PDAM yang dipandang ahli.

Terlebih, kontrak proyek uprating PDAM sendiri tidak ditanda tangani oleh Direktur Umum atau Direktur Teknis. Melainkan ditandatangani Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) bernama Jumali, yang diketahui merupakan Kepala Sub Bagian Perencanaan.

Dan selanjutnya, sambung Sutedjo, proyek tersebut tanpa ada konsultan pengawas, sehingga berpotensi dikerjakan secara asal-asalan. “Jadi ketika saya mendapat kabar Yogie diperiksa Kejati, saya sudah tidak heran lagi. Karena semuanya bermula dari sana,” tutur D. Sutedjo M.S, kepada BaskomNews.com.

BACA SEBELUMNYA : Duit PDAM yang ‘Dimakan Tuyul’ Bukan 2,9 Miliar, Tapi 3,9 Miliar, BARAK Indonesia Mau Kepung Kantor Bupati

Disinggung mengenai persoalan hilangnya duit 3,9 miliar PDAM yang kasusnya sedang ditangani Polres Karawang, Sutedjo sendiri meyakini jika kasus teranyar tersebut ada kaitannya dengan kasus sebelumnya (uprating PDAM). Sehingga ia mengaku berani mengatakan, adanya dugaan hubungan antara kasus uprating PDAMn dengan hilangnya duit 3,9 miliar.

“Dari mana saya meyakini adanya hubungan antara uprating dengan 3,9 miliar, ya dari sana. Karena sebelum Yogie diperiksa penyidik Polres, sebelumnya Yogie juga pernah diperiksa oleh penyidik Kejati Jabar pada November 2018 lalu,” timpal Sutedjo.

BACA SEBELUMNYA : Cellica Persilahkan Penegak Hukum Periksa Soal Duit PDAM 3,9 Miliar yang Hilang ‘Dimakan Tuyul’

Ditambahkan Sutedjo, BARAK Indonesia sendiri mendukung dengan langkah yang dilakukan oleh LBH JMPH (Lembaga Bantuan Hukum Jaringan Masyarakat Peduli Hukum) yang akan menyurati Kejati Jabar untuk mempertanyakan sampai sejauh mana penanganan uprating PDAM.

Terlebih, JMPH juga mengaku akan menyurati KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk meminta supervisi kasus uprating PDAM, apabila penanganan kasusnya tak kunjung mendapatkan kepastian hukum. “Ya, saya dukung langkah temen-temen JMPH, karena ini memang sudah jadi tugas kita dalam fungsi kontrol,” katanya.

BACA SEBELUMNYA : Penanganan Korupsi Uprating PDAM ‘Mandek’, LBH JMPH Mau Surati KPK

Namun demikian, masih dikatakan Sutedjo, secara kelembagaan BARAK Indonesia sendiri kembali sedang melakukan investigasi mengenai kabar ‘adanya secarik kertas’ yang menyebutkan tentang dugaan aliran dana 3,9 miliar.

BACA SEBELUMNYA : Polemik 3,9 M Duit PDAM, BM : “Dewas Bodoh Kalau itu Disebut Soal Utang Piutang”

“Kalau BARAK Indonesia sendiri belum bisa menyebut atau menduga aliran dana tersebut kemana saja. Ke oknum pejabat atau ke oknum anggota legislatif mana aja. Nanti kalau kita sudah dapat buktinya akan kita rilis kembali ke media, sebagai bahan pertimbangan penyidik Polres Karawang maupun Kejati Jabar untuk menuntaskan kasusnya. Karena persoalan ini sudah terlampau lama,” pungkas Sutedjo. (red)

BACA SEBELUMNYA : Soal Hilangnya Duit 3,9 Miliar PDAM, Jumat ini 2 Direksi Lama Diperiksa Penyidik Polres

BACA SEBELUMNYA : UNA : Jangan Sampai Bupati Cellica Kena Tuding Terima Aliran Dana 3,9 M

SHARE