Mobil Milik Advokat LBH GMBI Karawang Dipecah Pelaku Teror?

Kondisi dalam mobil milik Advokat GMBI Karawang Dadi Mulyadi, setelah kena aksi pecah kaca mobil oleh pelaku yang belum diketahui.

“Kalau disebut aksi teror, ya ini bisa dikatakan aksi teror. Karena apapun tujuannya, pencurian atau apapun, yang jelas sudah masuk bentuk tindakan kriminal”

BaskomNews.com – Sabtu malam (2/2/2019), sekitar pukul 19.30 WIB, kendaraan roda empat jenis Sedan Toyota Vios nomor polisi B 2709 KZ milik Advokat LBH GMBI Distrik Karawang, Dadi Mulyadi SH menjadi sasaran aksi pecah kaca di bagian pintu belakang sebelah kanan.

Belum diketahui pasti motif kejadian yang menimpa kendaraan Dadi Mulyadi ini. Namun pihaknya telah melaporkan (membuat Laporan Polisi) atas kejadian tersebut ke Polsek Karawang Kota dengan Nomor Laporan : LP/B-155/II/2019/JBR/RES KRW/SEK KRW.

Adapun kronologis kejadiannya, awalnya korban sendiri mengaku berada di dalam kos-kosan, tepatnya di Jalan Gandaria Keluarahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat. Sementara posisi kendaraan korban sedang diparkir tepat perada di depan kos-kosan.

Tiba-tiba saja, salah seorang saksi bernama Wahyu memberitahukan korban, bahwa kaca mobil bagian belakang korban sudah dalam keadaan pecah.

Beruntung, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang dalam insiden ini. Uang korban yang berada dalam dasboard mobil masih dalam keadaan utuh. Sementara kerugian atas kejadian ini ditaksir mencapai Rp 3 juta rupiah.

Disinggung apakah kejadian ini ada kaitannya dengan aksi teror dengan beberapa kasus yang sedang ditangani, Dadi Mulyadi sendiri mengaku tidak mau terlalu cepat menafsirkan kejadiannya terlalu jauh. Karena pihaknya sudah menyerahkan persoalannya kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.

“Kalau disebut aksi teror, ya ini bisa dikatakan aksi teror. Karena apapun tujuannya, pencurian atau apapun, yang jelas sudah masuk bentuk tindakan kriminal. Kalau disebut ada kaitannya dengan kasus hukum yang saya tangani, saya tidak bisa berbicara itu. Biarkan pihak kepolisian yang mengungkapnya,” tutur Dadi Mulyadi SH, kepada BaskomNews.com.

Akibat aksi pecah kaca mobil ini, kerugian ditaksir Rp 3 juta rupiah.

Sementara itu, teman praktisi hukum Hendra Supriatna SH (teman dekat Dadi Mulyadi) justru menduga, bahwa aksi pecah kaca ini ada kaitannya dengan beberapa kasus hukum yang sedang ditangani Dadi Mulyadi.

Karena menurutnya, pelaku dari aksi ini sangat cepat dalam melakukan aksinya dan tidak berusaha mencari dan mengambil beberapa barang berharga di dalam mobil milik korban. “Ada sejumlah kasus yang sedang ditangani korban, terutama kasus mengenai sengketa tana dan limbah yang belum selesai,” kata Hendara.

“Sehingga saya menduga bahwa aksi pecah kaca mobil Dadi Mulyadi ini merupakan aksi teror yang ada kaitannya dengan beberapa kasus yang sedang ditangani Dadi Mulyadi,” tandas Hendra. (red)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here