Hutan Indonesia Kita Milik Siapa?

oleh -
Willyam Septyanto, Mahasiswa Fasilkom Semester 3G Universitas Singaperbangsa Karawang (Dalam Warga Menulis).

NEGARA maritim, Negara Kepulauan itulah Indonesia. Indonesia berada pada ambang kemegahan yang maha luar biasa. Hamparan laut menjadi penghubung antara kepulauan, diantara kepulauan ini suguhan hutan yang kaya dengan keanekaragamannya menyimpan flora dan fauna, serta menjadi sumber udara bersih bagi setiap penghuninya. Betapa dermawannya Tuhan.

Bahkan, manfaat udara segar dari hutan di Indonesia yang kaya ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia saja, tetapi juga dinikmati oleh negara-negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia seperti Malaysia dan Brunai Darussalam. Paru-paru dunia itulah julukan yang familiar untuk negeri yang sering kita sebut Ibu Pertiwi ini.

Sekitar 70% daratan di Indonesia berupa kawasan hutan Negara. Pengelolaan hutan tersebut berada pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pengelolaan hutan memberikan tambahan PAD (Pendapatan Asli Daerah), membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan menggiatkan sektor ekonomi.

Namun pemanfaatan hutan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hutan. Dampak kerusakan hutan bagi perekonomian hanyalah bagian kecil dari total dampak yang sebenarnya. Dampak ekonomi tidak mencerminkan seluruh dampak yang terjadi. Fungsi hutan sebagai daya dukung lingkungan justru memberi peran lebih besar.

Namun apakah kemakmurah itu sudah dirasakan oleh rakyat di negeri kita?. Sekitar 95% pengelola hutan swasta di negeri ini, apakah mereka melakukan tindakan yang “beretika” untuk hutan kita. Dan satu lagi, apakah peran kita sebagai pemuda sudah berkontribusi baik untuk menjaga kelestarian kehutanan?.

Kita sebagai mahasiswa tentu saja dapat mengambil peran untuk menjaga kelestarian hutan. Kita harus menjadi inovator-inovator baru menelitit dalam bidang kehutanan untuk meningkatkan efisiensi proses produsi, ataupun kita dapat membuat kajian-kajian dalam rumusan kebijakan baru yang solutif dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah di sektor kehutanan.

Masa lalu kehutanan Indonesia yang dibanggakan dengan Rising Industry-nya tentu tidak boleh membuat kita berandai-andai seperti masa itu, karena faktanya kini telah berubah. Keterlenaan masa lalu yang kini membuat masa depan kehutanan tidak menentu harus menjadi pelajaran penting, agar kita lebih bijaksana dalam mengelola hutan karena pada hakikatnya generasi penerus kita menitipkan hutan kepada kita.

Adapun terkait masa depan kehutanan Indonesia, ada pertanyaan yang jawabannya sangat berkorelasi dengan itu : seberapa besarkah peran kita dalam membangun masa depan kehutanan?.

Ditulis ;

Willyam Septyanto,

Mahasiswa Fasilkom Semester 3G Universitas Singaperbangsa Karawang