Kriteria Pemain Timnas Versi Simon McMenemy

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy dan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria

“Pemain Timnas Indonesia juga harus menjadi contoh, termasuk di luar lapangan. Itu yang akan saya cari,”

BaskomNews.com – Setelah dipercaya oleh PSSI untuk menahkodai tim nasional senior Indonesia selama dua tahun kedepan. Simon McMenemy berbicara tentag kriteria pemain yang diinginkannya.

Soal komposisi pemain idaman, Simon belum bisa bicara mendetail. Namun, ia ingin sosok-sosok yang punya kebanggaan besar mengenakan seragam timnas dan punya sikap bagus di dalam dan luar lapangan.

“Strategi pemilihan pemain terbuka. Terpenting tentu yang terbaik. Tapi tidak cukup itu. Harus dikombinasikan dengan kebanggaan mewakili Indonesia,” katanya dilansir detik.com di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

“Pemain Timnas Indonesia juga harus menjadi contoh, termasuk di luar lapangan. Itu yang akan saya cari. Saya akan melihat dari Timnas Indonesia sebelumnya, U-22, atau U-19 dan lainnya,” terangnya.

Simon dikenal sebagai pelatih yang tak sungkan menurunkan pemain muda, seperti yang dilakukannya saat menukangi Bhayangkara FC. Terbuka kemungkinan ia juga memberikan kesempatan untuk pemain muda di timnas.

“Terima kasih memberi image bahwa saya suka memberi kesempatan kepada pemain muda. Itu tidak sengaja, tapi saya berpatokan pada kualitas. Pemilihan pemain muda tentu harus mempertimbangkan kapan harus memakainya,” imbuhnya.

“Tahun ini ada Timnas U-22 dan punya agenda pada 2019 serta ditarget meraih emas SEA Games. Tentu harus diperhatikan, walau saya punya target. Kesinambungan pemain muda dan senior perlu terjadi dengan baik,” sambungnya.

Soal pemain naturalisasi, Simon tak anti, namun juga tak mengagung-agungkan. Menurutnya terlalu banyak pemain naturalisasi berpotensi mengurangi ‘rasa’ Indonesia di dalam tim.

“Kalau terlalu banyak pemain naturalisasi rasanya itu bukan Timnas Indonesia. Hal ini mendatangkan sedikit masalah di Timnas Filipina, terkait hubungan mereka dengan suporternya. Mereka merasa tim kurang rasa Filipina,” cetusnya.

Simon pun menyinggung nama Sandy Walsh, pemain berdarah Belgia dan Belanda yang sempat berharap dinaturalisasi. Simon memantaunya, tapi di saat yang sama ada cukup banyak pemain bagus lainnya yang juga dilihat.

“Ada di media sosial yang mendiskusikan soal Sandy Walsh. Setiap hari saya mendapat pertanyaan soal Sandy Walsh. Sebagai pelatih saya wajib menyadari keberadaan semua pemain. Saya mengikuti Sandy Walsh dan juga banyak pemain Indonesia lainnya, karena tugas saya memantau mereka,” timpalnya.

“Sandy Walsh di mata saya pemain bagus, tapi banyak pemain bagus yang punya kesempatan dinaturalisasi. Saya pikir ia akan sangat senang datang ke Indonesia. Dan sangat senang untuk bergabung dengan Timnas Indonesia,” tandas Simon. (det/red)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here