Gaduh Tabloid Indonesia Barokah, DEEP Desak Bawaslu Berikan Kepastian Hukum

oleh -274 views
Inilah tabloid Indonesia Barokah yang sudah menyebar di masyarakat.

“Kami mendesak Bawaslu Jawa Barat untuk segera responshif dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat tentang peredaran tabloid tersebut”

BaskomNews.com – Di tengah berlangsungnya tahapan kampanye Pemilu 2019, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya sebuah tabloid “Indonesia Barokah” yang memuat konten mendiskreditkan sala satu pasangan Capres-Cawapres.

Sehingga berkembang di masyarakat ‘mindset’ bahwa tabloid tersebut telah melakukan kampanye politik. Bukan saja tersebar pada masyarakat umum, penyebaran juga dilakukan di sarana ibadah, lembaga pendidikan dan lembaga masyarakat.

Menyikapi persoalan ini, Direktur Democracy And Elektoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Khususnya Provinssi Jawa Barat untuk memberikan kepastian hukum terhadap beredar tabloid tersebut.

“Kami mendesak Bawaslu Jawa Barat untuk segera responshif dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat tentang peredaran tabloid tersebut. Karena saat ini kami menilai Bawaslu Jawa Barat sangat lamban dalam menangani kasus peredaran tabloid tersebut,” tutur Yusfitriadi, Rabu (23/1/2019).

Menurut Yusfi, ada beberapa point yang dikemukakan terkait beredarnya Tabloid Indonesia Barokah, yaitu ;

  1. Meminta maayarakat seluruh Indonesia terutama masyarakat Jawa Barat untuk tetap tenang, tidak terganggu dan terprovokasi dengan beredarnya Tabloid Indonesia Barokah. Sehingga sebaiknya masyarakat melaporkan tabloid tersebut kepada pihak penegak hukum pemilu atau Bawaslu terdekat.
  2. Meminta Kepolisian Jawa Barat beserta seluruh instrumennya untuk bergerak cepat menelusuri dan menginvestigasi terkait penebitan Tablid Indonesia Barokah.
  3. Meminta kepada seluruh stakeholder pemilu untuk tidak memproduksi dan menyebarkan konten kampanye negatif dan kampanye hitam dalam media apapun yang biasa meprovokasi dan membuat kondisi mayarakat tidak kondusif. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *