Duit PDAM yang ‘Dimakan Tuyul’ Bukan 2,9 Miliar, Tapi 3,9 Miliar, BARAK Indonesia Mau Kepung Kantor Bupati

oleh -
Ilustrasi foto edit BaskomNews.com.

“Lihat saja nanti, kalau memang tidak segera menjelaskan terkait surat itu, BARAK Indonesia siap turun ke jalan. Ya kita bisa kepung kantor Pemda dan kantor PDAM,”

BaskomNews.com – Berdasarkan keterangan surat Dirut PDAM Tirta Tarum Karawang, M. Soleh kepada Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana pada 24 Oktober 2018 lalu, ternyata duit PDAM yang diduga ‘dimakan tuyul’ alias menghilang tak jelas bukan hanya Rp 2,9 miliar untuk pembayaran bahan baku air ke PJT II yang tidak sampai di rekening bank PJT II, melainkan menghilang sampai Rp 3,9 miliar.

Ketua Umum BARAK Indonesia, D. Sutedjo menjelaskan, berdasarkan isi surat Dirut PDAM Tirta Tarum Karawang, M. Soleh kepada Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana tertanggal 24 Oktober 2018 yang berdasar pada laporan keuangan PDAM Tirta Tarum Kabupaten Karawang Tahun 2017 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Moch. Zaenudin, Sukmadi & Rekan Nomor ML-01.081/MJS-R/VI/2018 tanggal 14 Juni 2018, di sana dijelaskan ada pembayaran oleh PDAM Tirta Tarum sebesar Rp 2.908.654.547 yang belum dibayarkan oleh PDAM Tirta Tarum kepada pihak PJT II.

Kemudian, sambung D. Sutedjo, terdapat transaksi yang sudah dilakukan pembayaran oleh PDAM Tirta Tarum sebesar Rp 1.028.418.596, tetapi tidak dibayarkan kepada pihak-pihak terkait yang seharusnya menerima pembayaran tersebut  yang terdiri dari Data Voucer sebesar Rp 683.096.118 dan Data potongan dari gaji pegawai PDAM sebesar Rp 345.322.478.

Sehingga ditegaskan D. Sutedjo, jika ditotalkan anggaran yang ‘menguap’ atau menghilang diinternal PDAM Tirta tarum Karawang berdasarkan hasil temuan KAP tersebut mencapai Rp 3.937.073.143.

“Berdasarkan data surat Dirut PDAM ke Bupati Karawang tersebut sangat gamblang dijelaskan, jika kata Askun (Asep Agustian SH, MH/Praktisi sekaligus pengamat pemerintahan Karawang) ada uang PDAM yang dimakan tuyul 2,9 miliar, ternyata nilainya lebih dari pada itu,” tutur D. Sutedjo, Senin (22/1/2019).

Atas persoalan ini, D. Sutedjo, meminta Kepada Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana serta Dirut PDAM Tirta Tarum Karawang untuk segera memperjelaskan beredarnya surat Dirut PDAM ke Bupati Karawang terkait hilangnya uang Rp 3,9 Miliar tersebut.

“Bupati, Dirut harus segera jelaskan ke publik, bahwa surat itu benar atau tidak. Jangan sampai menduga yang tidak-tidak. Semua itu harus transparan, karena ini kan uang konsumen PDAM. Jadi publik khususnya konsumen PDAM berhak mengetahuinya,” timpal D. Sutedjo.

Mengenai hal ini, D. Sutedjo berharap kepada penegak hukum yang ada di Karawang untuk segera melakukan tindakan penyelidikan tanpa harus menunggu laporan terlebih dahulu dari masyarakat. “Mereka kan bisa melakukan penyelidikan dulu untuk mencari informasi ini melalui surat yang sudah beredar. Panggil tuh Dirut PDAM biar jelas semuanya,” pintanya.

Atas persoalan ini, D. Sutedjo mengaku jika langkah yang akan dilakukan BARAK Indonesia dalam menyikapi persoalan di internal PDAM Tirta Tarum Karawang tidak akan berhenti sampai di sini.

Jika persoalannya tidak segera disikapi oleh Bupati, Dirut PDAM dan Penegak Hukum di Karawang, maka pihaknya mengancam akan segera mengambil tindakan untuk mengepung kantor Bupati Karawang atau melakukan aksi demonstrasi.

“Lihat saja nanti, kalau memang tidak segera menjelaskan terkait surat itu, BARAK Indonesia siap turun ke jalan. Ya kita bisa kepung kantor Pemda dan kantor PDAM,” pungkasnya. (red)

BACA SEBELUMNYA : Pernyataan Dewas PDAM Bertentangan dengan Temuan Akuntan Publik di Surat Dirut ke Bupati