Pihak Sekolah Nunggak Bayar Pekerja, Pembangunan SDN Kutanagara II Terhenti

Pembangunan gedung kelas jauh SDN Kutanagara II terhenti, karena alasan pihak sekolah masih menunggak upah pekerja sebesar Rp 8 juta.

“Pembangunannya terhenti, karena sampai hari ini semua pekerja itu belum dibayar uang kerjanya, sekitar 8 juta rupiah,”

BaskomNews.com – Ironis, karena alasan masih menunggak untuk bayar para pekerja, pembangunan kelas jauh SDN Kutanagara II dihentikan untuk sementara waktu. Sampai saat ini, para siswa sendiri masih belajar di gubuk atau tenda-tenda darurat yang dibuat pihak sekolah bersama warga sekitar.

BACA SEBELUMNYA : Lagi, Viral Sekolah Roboh di Karawang, Ketua DPRD Salahkan Pemkab, Kadisdik?

Untuk diketahui, sebelumnya pada Kamis 1 November 2018 lalu sekolah jauh yang berada di Dusun Cidampa II, Desa Kutanagara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang ini sempat viral di media sosial. Pasalnya, bangunan sekolah yang berdiri di atas Perhutani ini ambruk, sehingga membuat para siswa harus belajar di tenda-tenda darurat.

Pada saat itu, Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana sendiri mengaku tidak bisa menjanjikan akan kembali membangun sekolahnya dengan APBD. Karena sekolah tersebut berada di lahan Perhutani, Bupati beralasan tidak mau bertindak terburu-buru.

BACA SEBELUMNYA : Solusi SDN Kutanagara II, Cellica Harus Tegas Bangunkan Sekolah Baru di Luar Kawasan Hutan

Saat itu, Bupati Cellica melobi pihak PT. Pindo Deli untuk mengeluarkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk membangun SDN Kutanagara II. Akhirnya, permintaan bupati itu pun diamini oleh pihak perusahaan.

Namun kondisinya saat ini, pembangunan gedung SDN Kutanaga II terhenti, karena alasan pihak sekolah masih memiliki tunggakan kepada buruh/pekerja bangunan sebesar Rp 8 juta.

Inilah tenda-tenda darurat tempat belajar mengajar siswa-guru di SDN Kutanagara II.

Kepada BaskomNews.com, salah seorang wali murid Wahyu Sandi mengabarkan, jika kini pembangunan SDN Kutanagara II terbengkalai. Dan belum lama in, Sandi mengaku telah diundang di rapat ke sekolah untuk membicarakan persoalan tersebut.

“Pembangunannya terhenti, karena sampai hari ini semua pekerja itu belum dibayar uang kerjanya, sekitar 8 juta rupiah,” tutur Sandi, Senin (14/1/2019).

Menyikapi persoalan ini, sambung Sandi, pihak sekolah juga sempat mewacanakan akan menarik iuran Rp 900 ribu kepada para wali murid, agar pembangunan gedung sekolahnya cepat selesai.

“Tapi itu baru wacana sih kang. Saya ngomong ini ke akang (media, red) supaya lebih bisa diperhatikan pemerintah (Pemkab Karawang),” timpal Sandi.

BACA SEBELUMNYA : Banyak Sekolah Rusak di Karawang, antara Disdikpora, DPUPR, Bappeda, DPRD dan Kepemimpinan Cellica-Jimmy

Ditambahkan Sandi, akibat pembangunan gedung SDN Kutanaga II yang belum selesai, sampai saat ini para siswa masih belajar di tenda-tenda darurat. “Untuk kegiatan belajar mengajar, guru dan siswa hanya menggunakan tenda darurat, karena bangunannya belum bisa dipakai,” tandas Sandi. (zay)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here