Gatot Minta Fotonya yang Dipasang di Posko Prabowo-Sandi Diturunkan

Gatot Nurmantyo.

“Mengenai berita spt tsb diatas dan ada foto saya pada baliho Posko BPN Prabowo-Sandi di Solo, saya nyatakan bahwa saya tidak tahu menahu, tidak pernah dimintai persetujuan”

BaskomNews.com – Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan, penggunaan foto dirinya di posko pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo adalah tanpa persetujuan dirinya.

Atas hal itu, Gatot Nurmantyo pun mengaku keberatan fotonya digunakan oleh tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saya tidak tahu-menahu dan tidak pernah dimintai persetujuan,” ujar Gatot saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (13/1/2018).

Hal serupa juga dikatakan Gatot Nurmantyo dalam akun Instagram pribadinya @nurmantyo_gatot. Dia juga menyatakan bahwa dia tidak pernah ditemui dan tidak pernah diberitahu secara langsung.

Dalam akun Instagram, Gatot Nurmantyo meminta agar fotonya dilepas dari spanduk dan baliho tim pemenangan Prabowo-Sandi. Gatot mengunggah foto berupa spanduk dan baliho yang mencantumkan fotonya.

Ia juga menyertakan foto surat kabar yang memberitakan mengenai fotonnya di spanduk yang dipasang di Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandi.

Postingan Instagram Gatot Nurmantyo.

“Mengenai berita spt tsb diatas dan ada foto saya pada baliho Posko BPN Prabowo-Sandi di Solo, saya nyatakan bahwa saya tidak tahu menahu, tidak pernah dimintai persetujuan atau diberi pemberitahuan baik secara lisan maupun verbal. Untuk itu, Saya mohon agar foto saya diturunkan dari baliho tersebut secepatnya,” tulis Gatot Nurmantyo di akun Instagram-nya.

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno telah meresmikan Posko Pemenangan Prabowo Subianto -Sandiaga Uno di Jawa Tengah, Minggu (30/12/2018). Posko itu diberi nama Posko Sekretariat Nasional Soloraya itu berada di Jalan Adi Soemarmo, Klodran, Colomadu, Karanganyar.

“Ini merupakan satu inisiasi dari Seknas pusat yang dipimpin oleh Mohamad Taufik yang akan membantu koordinasi dan mobilisasi gerak juang,” kata Sandiaga Uno melalui keterangan tertulisnya, Minggu (30/12/2018).

Sandiaga mengatakan, posko di Karanganyar ini akan membantu koordinasi kegiatan kampanye di Jawa Tengah. Karanganyar dipilih sebagai lokasi posko karena dinilai dekat dengan wilayah-wilayah lain di Jawa Tengah. Mulai 2019, Sandiaga akan lebih sering berkampanye di Jawa Tengah.

Karena itu, Kantor Seknas Prabowo-Sandiaga yang awalnya ada di Jalan HOS Cokroaminoto di Jakarta membuka cabangnya di Karanganyar, Solo. “Mudah-mudahan ini menjadi tempat berkumpul dari para relawan yang bisa berkoordinasi untuk menjangkau wilayah perdesaan menyampaikan pesan dari Prabowo-Sandi,” ujar dia.

Sebelumnya, rencana memindahkan markas perjuangan Sandiaga Uno ke Jawa Tengah sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu. Alasannya, seperti pernah diutarakan Sandiaga, warga Jawa Tengah memiliki keinginan akan perubahan pemerintahan.

Masyarakat yang dia temui  sangat berharap ada perubahan saat Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang. Selain itu, Sandiaga mengklaim, semua kabupaten/kota di Jawa Tengah menginginkan adanya markas perjuangan pemenangan Prabowo-Sandi.

“Semua menawarkan posko, ada yang menawarkan rumah, bantuan logistik, dan sebagainya,” ujar Sandiaga. (red)

SHARE