Kepsek SDN Palumbonsari IV “Ngaku” Pungut Sumbangan Wali Murid

Foto BaskomNews.com

“Kita sudah pernah membuat dan mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan, namun karena syarat teknis ketersediaan lahan yang hanya 40 meter sementara syarat untuk RKB adalah memiliki lahan 56 meter sehingga pengajuannya tidak di acc,”

BaskomNews.com – Mengaku tidak mendapat bantuan untuk bangun ruang kelas baru (RKB) dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karawang, SDN Palumbonsari IV, Kecamatan Karawang Timur, pungut sumbangan dari wali murid.

Menurut Kepala Sekolah SDN Palumbonsari IV Nining Rusminar, sarana kelas yang tersedia sudah tidak memungkinkan untuk menampung sekitar 600 siswa-siswi tersebut.

“Kebetulan kemarin kita sudah akreditasi dari hasilnya sarana dan prasarana kita kurang menunjang sementara disini ada 18 nomor. Dan kelas yang tersedia hanya ada 7 kelas, jadi rasio perbandingannya sudah tidak memungkinkan,” ujarnya kepada BaskomNews.com, Senin (7/1/19).

Dikatakan Nining, pihaknya sudah pernah membuat dan mengajukan proposal pengajuan RKB kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang. Namun karena syarat teknis tidak terpenuhi, proposal tersebut ditolak.

“Kita sudah pernah membuat dan mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan, namun karena syarat teknis ketersediaan lahan yang hanya 40 meter sementara syarat untuk RKB adalah memiliki lahan 56 meter sehingga pengajuannya tidak di acc,” katanya.

Maka pihaknya mencari solusi, sehingga pada tanggal 18 November 2018 dirinya melakukan rapat bersama komite dengan orang tua murid dan dihadiri oleh tim saber pungli. Namun, perwakilan Disdikpora Karawang pada waktu itu tidak hadir.

“Dari rapat tersebut menghasilkan kesepakatan sesuai kemampuan orang tua siswa pembangunan tersebut memberikan sumbangan dengan besaran dikembalikan kepada kempuan orangbtua siswa itu sendiri walaupun dari hal itu tidak dapat memenuhi keperluan anggaran seluruhnya,” tuturnya.

Nining juga menjelaskan, kalau sumbangan tersebut tidak bersifat mengikat. Lantaran, saat awal rapat disepakati jika per siswa menyumbangkan uang sebesar Rp 250 ribu.

“Untuk sumbangan itu sendiri per siwa sebesar 250 ribu kali 600 siswa maka akan dapat terpenuhi, namun karena banyak masukan dari orang tua siswa maka diturunkan menjadi 150 ribu dan itu tidak mengikat sifatnya. Walau misalkan ada siswa yang engga bayar juga tidak apa-apa, asalkan lapor kepada saya,” jelasnya. (bal)

SHARE